Peringatan Jumat Agung di Magelang, Ribuan Umat Katolik Ikuti Kirab Salib
- calendar_month Jum, 3 Apr 2026

Memperingati Jumat Agung, ribuan umat Katolik di Magelang mengikuti Kirab Salib dengan start dan finish di Gereja Katolik Paroki Santo Ignatius, Kota Magelang, Jumat (3/4/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Memperingati Jumat Agung, ribuan umat Katolik di Magelang mengikuti Kirab Salib dengan start dan finish di Gereja Katolik Paroki Santo Ignatius, Kota Magelang, Jumat (3/4/2026). Dalam acara tersebut, terdapat arak-arakan salib dan visualisasi bagaimana Yesus memanggul salib.
Sejak pagi, umat Katolik telah berkumpul di Gereja Santo Ignatius. Mereka mengenakan busana sesuai dengan tema kelompok masing-masing.
Kirab dimulai sekitar pukul 08.15 WIB, umat Katolik membawa salib dan berjalan melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Magelang dan berhenti di depan Mako Polres Magelang Kota. Mereka disambut oleh Forkopimda Kota Magelang.
Setelah itu, mereka kembali ke Gereja Santo Ignatius. Saat tiba di gereja, ada peragaan bagaimana Yesus disalib hingga wafat dan dikelilingi para tentara Romawi.
Ketua panitia acara, Albertus Indra Febriawan mengatakan bahwa perkiraan ada sekitar 1.200 umat yang mengikuti kirab ini yang berasal dari 13 wilayah.
“Setiap wilayah membawa Salib Pengharapan. Jumlahnya ada 13. Nanti akan jadi ikon di masing-masing wilayah. Dan masing-masing umat juga membawa salib, yang akan diberkati oleh Romo,” kata dia, Jumat (3/4/2026).
Kepala Paroki Santo Ignatius Magelang, Romo FX Alip Suwito Pr, menjelaskan bahwa kirab ini juga sebagai bentuk doa bagi Kota Magelang yang tengah merayakan hari jadinya yang ke-1120.
“Hari ini kita ingin mempersembahkan doa untuk Kota Magelang. Harmoni dan kepedulian menjadi tema utama, sebagai dasar membangun kota yang semakin asri dan damai,” jelasnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Dalam kirab tersebut juga ditampilkan Relikui Salib Yesus yakni potongan kayu yang diyakini berasal dari salib tempat Yesus Kristus disalibkan.
“Relikui itu cuilan, dan itu ada di sini. Menurut data sejarah, tertulis bahwa Relikui ada di sini sejak April tahun 1894. Gereja ini ada mulai tahun 1900. Sejak saat itu, Relikui Salib tersebut ada di sini,” papar Romo Alip.

“Hanya saja selama ini, Relikui Salib Yesus tersebut ada di dalam. Baru kali ini diarak keliling untuk mendoakan kota ini. Ke depan, Relikui Salib Yesus akan diperlihatkan (umum),” sambungnya.
Romo Alip mengutarakan pesan khusus di Jumat Agung 2026 ini yakni kita bersama-sama diajak untuk memiliki dua komponen dalam hidup, adalah berkorban dan ketulusan.
“Pada hari ini kita puasa, berarti juga merelakan ikhlas untuk mengalami peristiwa-peristiwa yang mungkin terkadang tidak kita kehendaki tapi itu terjadi. Dari situ kita belajar ikhlas, tulus seperti halnya Tuhan tulus memberikan diri-Nya untuk kita,” pesan dia.
Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengapresiasi terselenggaranya Kirab Salib Jumat Agung 2026 ini. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya peristiwa keagamaan, melainkan simbol kuat harmoni dan persatuan masyarakat.
“Inilah wajah Kota Magelang yang sesungguhnya—kota yang asri, nyaman, dan memiliki tingkat toleransi yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh umat Katolik yang telah menghadirkan “kado doa” untuk kota Magelang di momen hari jadi ke-1120.
“Saya terharu sekali, momentum ini kita selenggarakan dengan penuh khidmat, kebersamaan,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar