IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Peringati Hari Polwan 1 September, Berikut Sejarahnya

BNews—NASIONAL—Tepat hari ini, Selasa (1/9/2020) di Indonesia tengah memperingati Hari Polwan (Polisi Wanita) ke-72. Polwan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sejarah kepolisian Republik Indonesia.

Di era awal kemerdekaan, kehadiran Polwan menjadi suatu titik balik karakter kinerja polisi. Diceritakan di salah satu koleksi Pusat Sejarah Polri 2014 yang berjudul ”Polisi Wanita dalam Lintasan Sejarah Polri”.

Diceritakan, pasca negara baru merdeka, rakyat krisis akan pendidikan. Tidak banyak rakyat termasuk kepolisian yang memiliki latar pendidikan baik.

Kinerja polisi saat itu juga sangat dipengaruhi dengan karakter kerja penjajahan yang keras dan berjarak dengan rakyat. Saat itu pemerintah mengetahui bahwa sikap keras seperti itu tidak dapat untuk terus diterapkan.

Agar tumbuh kepercayaan terhadap polisi, maka polisi perlu membanguan karakter ramah dan dekat dengan rakyat. Seiring dengan itu, masalah lain muncul saat banyak wanita dari Singapura yang melakukan pelarian ke wilayah Indonesia. 

Sebelum masuk ke wilayah Indonesia, mereka harus melalui pemeriksaan badan terlebih dahulu. Namun, kala itu mereka menolak dengan keras untuk diperiksa secara keseluruhan oleh polisi laki-laki. 

Hingga akhirnya, pemeriksaan pun dibantu oleh para istri polisi. Selain itu, tersangka perempuan yang ditangkap dan masuk penjara juga sulit diatasi hanya dengan tenaga polisi laki-laki. 

Loading...

Atas dasar itulah akhirnya kehadiran polisi wanita sangat dibutuhkan. Wanita-wanita terpilih kemudian dididik dan melalui proses yang sama dengan polisi laki-laki. 

Ketika itu, sebanyak 25 wanita di rekrut untuk diberikan pengetahuan dasar kepolisian sebelum bertugas. Namun, saat itu mereka tidak memperoleh gelar atau pangkat khusus. 

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Ketika bertugas dan mengenakan seragam, para Polwan hanya diberi gelar Agen Polisi dan tetap dianggap sebagai bagian dari pegawai negeri sipil. Kendati demikian, kemunculan Polwan menjadi titik balik karakter kepolisian Indonesia. Mereka memiliki citra diri yang lebih ramah dan mudah dijangkau.

Sementara itu, Sekolah Polisi Wanita pertama kali didirikan pada 1 September 1948 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sejak itulah pada 1 September dipilih sebagai Hari Jadi Polwan. 

Pada 1 September 1948, Kesatuan Polisi Wanita di Indonesia hanya dibentuk dengan enam orang saja. Keenam anggota tersebut merupakan remaja lulusan sekolah menengah yang sudah diseleksi untuk menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) yang berada di Bukittinggi. 

Keenam polwan pertama yang terpilih kala itu ialah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher yang berdarah Minangkabau. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: