Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes Al Iman Muntilan Salurkan Ratusan Mushaf Al-Qur’an

Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes Al Iman Muntilan Salurkan Ratusan Mushaf Al-Qur’an

  • calendar_month Sen, 20 Okt 2025

BNews—MAGELANG— Pondok Pesantren (Ponpes) Al Iman Muntilan, Kabupaten Magelang kembali menyalurkan ratusan mushaf Al-Qur’an pada Minggu malam (19/10/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Tabligh Akbar memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, dengan menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat serta dai kondang nusantara.

“Hari ini sekitar 250 Al Quran dibagikan ke teman-teman Takmir di wilayah Magelang,” kata Pengasuh Ponpes Al Iman Muntilan, Kiai Dr Muhammad Zuhaery, usai acara.

Zuhaery menjelaskan, mushaf Al-Qur’an yang disalurkan tersebut merupakan hasil donasi sementara yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat. Penggalangan wakaf Al-Qur’an, kata dia, juga terus dilakukan melalui berbagai kegiatan dan lembaga di bawah naungan Ponpes Al Iman Muntilan.

“Seperti malam ini, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional kita menggelar Wakaf Al-Qur’an dalam Tabligh Akbar bersama Ustadz Solmed/April Jasmine, Ustadz Agus Idwar, dan K.H.M. Rofik Mualimin,” imbuhnya.

Kegiatan wakaf dan penyaluran Al-Qur’an di Ponpes Al Iman sendiri sudah berlangsung lebih dari tiga tahun. Biasanya dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Selama kurun waktu tersebut, sekitar 1.500 mushaf Al-Qur’an telah disalurkan kepada masyarakat.

“Kita berharap saudara-saudara kita yang membutuhkan Al-Qur’an segera merapat ke Pesantren Al Iman,” tegasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Pada momentum peringatan Hari Santri Nasional ini, Kiai Muhammad Zuhaery juga berpesan agar para santri memiliki keberdayaan dan kemanfaatan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan dalam wakaf Al-Qur’an, tetapi juga harus turut bergerak bersama-sama memajukan bangsa Indonesia.

Dalam acara Wakaf Al-Qur’an dan Tabligh Akbar tersebut, turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Suharno, Wakil Bupati Magelang Sahid, unsur Forkopimcam Muntilan, serta sejumlah pengasuh pondok pesantren di wilayah Magelang.

Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid menekankan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para santri dan ulama dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Sahid, sejarah mencatat bahwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digelorakan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari menjadi tonggak penting dalam mempertahankan NKRI.

“Maka Hari Santri adalah hari kebangkitan semangat cinta tanah air yang berlatar dari nilai-nilai keislaman,” terangnya.

Selaras dengan hal tersebut, tema HSN tahun ini adalah ‘Santri Berdaya, Santri Membangun Bangsa’. Tema ini mengandung makna bahwa santri yang berdaya adalah mereka yang memiliki kekuatan spiritual, intelektual; dan sosial, serta berkontribusi nyata dalam membangun bangsa.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Magelang Sahid juga menyampaikan bahwa santri harus memiliki kemandirian sebagai karakter di era digital dan globalisasi. Karena itu, santri dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi; agar mampu bersaing dan memberi solusi atas berbagai tantangan zaman.

“Untuk itu saya memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pondok Pesantren Al Iman Muntilan yang telah menjadi bagian penting; dalam menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia,” pungkas Sahid. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less