“Jangan Diam!” Pesan Tegas Taj Yasin ke Kampus Saat Ancaman Bencana Meningkat
- calendar_month 45 menit yang lalu

Wagub Jateng Ajak Kampus Terlibat Atasi Ancaman Bencana, Dorong Inovasi Ekoteologi
BNews—JATENG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menghadapi ancaman bencana dan berbagai persoalan lingkungan di Jawa Tengah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim.
Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Peringatan Dies Natalis ke-60 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Selasa (4/8/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menilai perguruan tinggi, khususnya kampus berbasis Islam, memiliki peran strategis dalam menjaga integritas, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus mendukung pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan.
Wagub juga mengapresiasi langkah UIN Sunan Kudus yang mengembangkan gerakan berbasis lingkungan melalui konsep ekoteologi di lingkungan akademik.
Menurutnya, konsep tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis dan tantangan perubahan iklim yang dihadapi Kabupaten Kudus, terutama di tengah ancaman musim kemarau panjang yang mulai dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.
“Kita harus kolaborasi dengan kampus-kampus itu, mengajak bagaimana anak-anak kampus, bagaimana civitas akademika ini memiliki terobosan, penemuan, dan inovasi yang bisa kita pakai,” tegas Taj Yasin.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, menyambut baik apresiasi sekaligus ajakan kolaborasi yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Ia menjelaskan, konsep ekoteologi merupakan program yang didorong oleh Kementerian Agama (Kemenag) dan mendapat respons positif dari pihak kampus maupun mahasiswa.
Ke depan, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan; mulai dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan lainnya.
“Ke depan Dema dan pihak kampus akan melaksanakan program-program yang berfokus; pada ekoteologi, baik melalui KKN, dan kegiatan lainnya,” ungkap Thoyib.
Ia menambahkan, gerakan ekoteologi mengedepankan penguatan nilai-nilai keagamaan Islam yang dipadukan dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik; tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar