Polisi Bekuk 2 Pria Warga Magelang Terkait Kasus Narkoba, 24 Paket Sabu Diamankan

BNews—MAGELANG— Polres Magelang Kota terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum setempat. Terbukti dengan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang.

Plt Kapolres Magelang Kota AKBP R Fidelis Purna Timoranto mengungkapkan, pihaknya mengamankan dua pria yakni RD, 29, warga Kecamatan Magelang Tengah dan ASP, 23, warga Kecamatan Magelang Selatan.

”Kasus ini terungkap setelah adanya informasi dari masyarakat pada Selasa (12/1/2021) sekira pukul 19.30 WIB. Yakni adanya seorang pria berinisial RD yang sering memperjualbelikan narkotika jenis sabu,” katanya dalam konferensi pers di Mako Polres Magelang Kota, Selasa (2/3/2021).

Usai mendapat informasi tersebut, kata Fidelis, tim opsnal Sat Res Narkoba Polres Magelang Kota melakukan pengamatan di wilayah Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang. Kemudian pada Rabu (13/1/2021) sekira pukul 01.30 WIB, tim mendapat informasi bahwa RD berada di rumahnya.

”Sekira pukul 02.15 WIB, tim melakukan penggerebekan di rumah RD dan  menemukan dua pria yakni RD serta ASP. Saat dilakukan penggeledahan pada RD, ditemukan handphone kemudian dilakukan interogasi, RD menunjukkan tempat penyimpanan sabu,” ujar dia.

Lanjut Fidelis, dalam tempat penyimpanan tersebut diketahui ada 24 paket sabu dan 48 butir pil Alprazolam. Sementara saat melakukan penggeledahan terhadap ASP, ditemukan sebuah handphone.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

”Saat menggeledah kamar, ditemukan barang bukti yang berkaitan dengan narkotika. Seperti timbangan digital, bong, plastik klip dan barang lainnya serta sejumlah uang sebesar Rp 7.040.000,” imbuhnya.

”Uang tersebut merupakan hasil penjualan sabu yang diketahui milik RD,” sambungnya.

Kemudian, kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Kantor Polres Magelang Kota. Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

”Keduanya diancam hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun. Dan denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 juta,” papar Fidelis.

Terkait kasus tersebut, lanjut Fidelis, apabila masyarakat mengetahui ada gerak gerik yang mencurigakan di wilayah Kota Magelang, agar segera melaporkan ke polisi. Serta dapat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: