DPR Dorong Vaksinasi Mandiri Demi Percepat Penanganan Pandemi Covid-19

BNwes—NASIONAL— Komisi IX DPR RI menawarkan opsi vaksinasi mandiri Covid-19 bagi masyarakat. Dorongan kepada pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat program vaksinasi nasional dalam upaya penanganan pandemi.

”Jumlah target sasaran, kan 181,5 juta. Kalau semua ditangani pemerintah, ya, bisa saja. Tetapi, itu butuh waktu yang tidak singkat. Apalagi, wilayah Indonesia berbentuk kepulauan dan untuk distribusi vaksinnya butuh waktu lama, ucap anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Sabtu (16/1).

Saleh mengungkapkan, Pesiden Joko Widodo, bahkan sudah mendesak agar vaksinasi segera dituntaskan dalam 12 dari 15 bulan yang direncanakan. Saat ini pemerintah juga diburu waktu terutama dengan fenomena semakin naiknya orang yang terpapar covid.

Begitu juga dengan merebaknya varian baru virus covid-19 di berbagai negara. Menurut dia, vaksinasi mandiri dapat dilakukan dengan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi.

Pertama, harus dipastikan keamanan dan mutu vaksinnya. Produsen vaksin juga harus jelas, untuk itu vaksin tersebut harus betul-betul di bawah pengawasan BPOM RI.

Kedua, pelaksanaannya harus melalui pendekatan kemanusiaan. Sedapat mungkin, harus dihindari muatan bisnis dan profit. Sebab, saat ini semua pihak sedang fokus menghadapi pandemi yang banyak menyisakan persoalan sosial ekonomi di masyarakat.

Ketiga, vaksinasi mandiri dilakukan atas pengawasan Kemenkes dan dinkes-dinkes yang ada. Ini dimaksudkan agar mereka yang divaksin dapat termonitor dengan baik. Termasuk pengawasan pasca imunisasi. Dengan begitu, efek samping vaksinasi atau KIPI (jika ada) dapat diantisipasi sejak awal.

”Kita berharap, vaksinasi ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan begitu, kita dapat kembali memulihkan kondisi ekonomi kita yang sedang kesulitan seperti saat ini,” tutup legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: