PPKM Level 2, Wisata Gunung Tidar dan Taman Kyai Langgeng Dibuka kembali

BNews—MAGELANG— Pemerintah Kota Magelang telah menyiapkan dua objek wisata unggulan di Kota Magelang agar dibuka. Dua destinasi wisata yang disiapkan jika sewaktu-waktu pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah ini turun menjadi Level 2 yakni Gunung Tidar dan Taman Kyai Langgeng.

”Pada prinsipnya Gunung Tidar dan Taman Kyai Langgeng begitu PPKM level 2 siap dibuka,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Wulandari Wahyuningsih di Magelang, Rabu (29/9).

Ia menuturkan, saat ini PPKM Kota Magelang masih di Level 3, sehingga objek wisata belum bisa dibuka. Objek wisata hanya diizinkan melakukan simulasi dan hal itu sudah dilakukan Gunung Tidar maupun Taman Kyai Langgeng.

”Perlu kami sampaikan, untuk Taman Kyai Langgeng kemarin sudah dua kali simulasi internal dengan dihadiri unsur gugus tugas, badan pengawas, dari TNI, Polri. Kemudian dari pariwisata, camat, lurah untuk mengecek sarana prasarana prokes,” tuturnya.

Wulandari memastikan, begitu ada penurunan level PPKM, objek wisata tersebut dibuka dengan ketentuan kuota pengunjung hanya 25 persen dengan penerapan prokes ketat.

”Prokes harus ketat, jangan sampai tempat wisata itu ada klaster baru,” jelasnya dalam konferensi pers di salah satu ruang rapat Kantor Walikota Magelang.

Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono menerangkan, saat ini baru dilakukan uji coba maupun sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan sadar wisata. Mengingat kota Magelang masih berada pada Level 3.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Jadi nanti diharapkan setelah agak longgar tempat wisata bisa dibuka. Bisa dimanfaatkan tetapi dengan pemantauan, pengendalian yang ketat dari Satgas Penanganan Covid-19,” terangnya.

Imbuh Joko, simulasi untuk persiapan dilakukan seandainya sewaktu-waktu tempat wisata dibuka. Sebab diperkirakan setelah kondisi Covid-19 benar-benar terkendali, animo masyarakat akan banyak yang mengarah ke Gunung Tidar maupun Taman Kyai Langgeng.

”Kami juga sudah menyiapkan kegiatan-kegiatan rapat kecil, kemudian kegiatan masyarakat yang tidak terlalu banyak orang kami arahkan dilaksanakan di Kyai Langgeng. Karena selama ini hanya membayari pegawai saja. Tetapi tidak ada pemasukan maka lama-lama bisa bangkrut. Oleh karena itu kami membuat inisiatif beberapa kegiatan yang kecil-kecil dilaksanakan di sana,” pungkasnya. (ifa/han)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: