PPMT Mahasiswa UM Magelang Kembangkan Lebah Madu Lereng Menoreh

BNews–BOROBUDUR– Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang konsen terhadap pengabdian masyarakat. Salah satunya melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Terpadu (PPMT). Terbaru mereka mengkaji dan memberikan pendampingan usaha Lebah Madu di Lereng Menoreh.

Bahkan, melalalui PPMT ini UM Magelang tertarik melakukan kerjasama. Dimana tujuannya bisa saling bertukar informasi dan pengalaman.

PPMT tersebut  difokuskan kepada masyarakat dengan memberikan mengedukasi di bidang ilmu pengetahaun teknologi sosial dan budaya. “Program dengan fasilitas kampus ini, bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman baik dari pihak kampus ke masyarakat atau sebaliknya,” ungkap Ardhin Primadewi  selaku Dosen Pembimbing.

Kerjasama ini awalnya terbentuk dari rasa ingin tahu Miftahul Fauzy, 22 seorang mahasiswa UMM yang berdomisili disekitar Borobudur. Dirinya merasa penasaran dengan peternakan lebah madu yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Karena penasarannya, Ia  berinisiatif mengajak teman-temannya dan membentuk kelompok. Hal itu untuk melakukan penelitian di Wisata Lebah Madu yang bernama Ashfa Madu.

“Program ini punya tujuan sebagai bahan edukasi kampus melalui mahasiswa terhadap masyarakat dan berbagi pengalaman yang di dapat mahasiswa dari masyarakat,” ujarnya.

Program tersebut telah dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari Februari sampai dengan April. “Saya tekankan kepada mahasiswa, bahwa PPMT tersebut difokus menggali potensi di bidang digital. Hal ini terkait apa saja yang dimiliki Ashfa Madu,” imbuhnya.

Loading...
NEWS: Pelatihan pembuatan konten promosi oleh Mahasiswa UM Magelang saat PPMT (Foto: adv)
NEWS: Pelatihan pembuatan konten promosi oleh Mahasiswa UM Magelang saat PPMT (Foto: adv)

“Dengan harapan menambah daya tarik bagi wisatawan serta meningkatkan penjualan produk madu,” tegasnya.

Kelompok mahasiswa tersebut diketuai oleh Tulkhah Mubasyir Anwar, 23. Sementara anggotanya Miftakhul Fauzi, Afan Hafara Sani, Yustin, dan Mubasyir Anwar.

Program yang diberikan yakni Pentingnya Sosial Media sebagai media promosi, Melakukan Perubahan Desain logo, Banner, Stiker Kemasan Ashfa Madu. Serta pembuatan video profil Ashfa Madu dan di upload di Chanel youtube Ashfa Madu.

HASIL PPMT:

Bahwa di Borobudur terdapat wisata edukasi lebah madu. Mereka dikenal dengan lebah Ashfa Madu, yang berada di Dusun/Desa Tanjungsari Kecamatan Borobudur. Jaraknya hanya sekitar 2.8 km dari lokasi kompleks taman wisata Candi Borobudur.

Selain itu Ashfa Madu merupakan UMKM pribadi yang dikelola oleh Qazim. “Untuk asal madu ini selain ternak lebah pribadi, namun juga mewadahi hasil ternak lebah dari kelompok atau komunitas peternak madu sekitarnya,” katanya.

NEWS: Pembuatan konten video profil UMKM Peternak Lebah Madu lereng Menoreh (Foto: adv)
NEWS: Pembuatan konten video profil UMKM Peternak Lebah Madu lereng Menoreh (Foto: adv)

Ashfa Madu mempunyai 200 sarang lebah yang berada di perbukitan menoreh. Terdapat 3-4 sarang lebah di lokasi yang digunakan sebagai wisata edukasi tentang lebah.

Sudah tidak diragukan lagi manfaat madu bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya madunya saja yang bermanfaat lebah juga bisa digunakan untuk terapi tertentu.

“Manfaat terapi sengat lebah ini bikin badan tidak mudah masuk angin atau meriang,” imbuh Qazim.

Setiap harinya Qazin dibantu 10 orang karyawan yang merupakan warga sekitar. Dia sering mendapat pesanan madu alami dari pelanggannya mulai dari magelang, Yogyakarta hingg jakarata.

Untuk harga perbotol madu untuk besaer di bandrol Rp 100.000, sedangkan yang kecil dibandrol  Rp 25.000. “Kami juga diuntungkan dengan lokasi yang dekat dengan Candi Borobudur, banyak juga turis yang beli madu di sini,” pungkasnya. (adv)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: