Pria Mencurigakan Diamankan Warga di Desa Keji Muntilan

BNews—MUNTILAN— Seorang pria mencurigakan nyaris menjadi bulan-bulanan warga di Desa Keji Kecamatan Muntilan yang sedang melaksanakan ronda malam. Beruntung, polisi yang kebetulan melakukan patroli berhasil mengamankan pria yang membawa senjata tajam dan senapan angin untuk menghindari amukan massa.

Kapolsek Muntilan AKP Mudiyanto membenarkan anggotanya berhasil mengamankan pria ’asing’ yang dikerumuni warga. Ia mengungkapkan, identitas pelaku diketahui berinisial Adi Rikardi, 33, warga Desa Jumoyo, Kecamatan Salam.

Perwira dengan tiga balok dipundak ini menjelaskan, peristiwa terjadi Sabtu malam, 23 Mei 2020. ”Benar kita amankan seorang pria di daerah Desa Keji pada 23 Mei 2020,” kata Mudiyanto, kemarin (1/6).

Kapolsek menjelaskan, kronologi bermula ketika petugas yang rutin berpatroli melihat kerumunan warga. Tepatnya di simpang empat Desa Keji.

Saat dihampiri, di dalam kerumunan terdapat seorang pria yang jiwanya terancam. ”Untuk menghindari amukan massa, petugas segera mengamankan pelaku,” tegasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas yang melakukan penggeledahan menemukan senjata tajam pisau belati jenis rambo yang diselipkan di pinggang. Bukan itu saja, saat dilakukan penyisiran, petugas mendapati sebuah kendaraan yang dipakai pelaku.

”Saat diperiksa, di dalam kendaraan pelaku juga ditemukan satu sajam serupa dan satu pucuk senapan angin,” ungkapnya.

Loading...

Berdasarkan temuan tersebut, petugas langsung membawa ke Mapolsek setempat untuk diamankankan. Sekaligus dimintai keterangan. ”Dalam pemeriksaannya, Adi mengakui senjata tersebut dibawa karena untuk ronda. Namun hal tersebut tetap salah karena dibawa ke tempat umum,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa dua bilah sajam merek Rambo dan satu pucuk senapan mesin. Serta satu unit mobil Luxio warna hitam nomor polisi B 1343 KMX.

Atas kepemilikan senjata, pelaku sementara diamankan di sel Polsek Muntilan guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Oleh polisi, pelaku disangka dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

”Barang siapa membawa, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa hak diancam hukuman penjara paling lama sepuluh tahun,” pungkas Mudiyanto. (bsn/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: