Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Program Gubernur Mengajar Kembali Berjalan, Sempat Redup Saat Pandemi

Program Gubernur Mengajar Kembali Berjalan, Sempat Redup Saat Pandemi

  • calendar_month Jum, 27 Jan 2023

BNews–JATENG–Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali menjalankan program Gubernur Mengajar setelah dua tahun lebih terhenti akibat pandemi. Kegiatan itu berlangsung di SMKN 2 Wonogiri, Kamis (26/1/2023). Antusias pelajar di SMKN 2 Wonogiri membuat bangga Ganjar, khususnya dalam mencegah perundungan dan radikalisme di sekolah.

“Ini kembali kegiatan Gubernur Mengajar kita hidupkan karena pandemi yang sudah mulai berkurang dan antusias teman-teman ternyata juga sangat tinggi. Ini di SMKN 2 Wonogiri, kita dorong agar anak-anak SMK lebih menyiapkan dirinya ke depan,” kata Ganjar seusai memberikan materi di SMKN 2 Wonogiri.

Selama mengajar, Ganjar lebih banyak mengajak dialog para pelajar. Ia ingin memberikan gambaran bagaimana kegiatan belajar mengajar di sekolah harus memiliki suasana nyaman dan menyenangkan.

Ganjar mengamati, ternyata di SMKN 2 Wonogiri telah memberikan kenyamanan pada siswa saat pembelajaran. Hal itu dilihat dari tanggapan pelajar bernama Sizou dan seorang guru bernama Setyowati saat berdialog dengan Ganjar.

“Yang dikangenin sama sekolah ini karena bisa bertemu teman-teman, lalu gurunya suka melucu seperti Bu Setyowati,” ujar Sizou, pelajar tingkat dua SMKN 2 Wonogiri kepada Ganjar.

Setyowati yang diminta maju ke depan kemudian menjelaskan bagaimana proses belajar mengajar yang ia praktikkan. Menurutnya, cara yang cair itu digunakan agar anak didik merasa senang dan nyaman saat belajar serta anak didik tidak tegang atau stres.

Kesempatan berikutnya, Ganjar berdialog dengan lima pelajar SMKN 2 Wonogiri, yaitu Sila, Laksita, Vivi, Putra, dan Ismail. Dari kelima anak itu Ganjar mendapatkan pertanyaan mengenai mencegah dan terhindar dari perundungan dan radikalisme di sekolah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Respons dari para pelajar itulah yang membuat Ganjar sangat antusias dalam mengajar karena menunjukkan proses pembelajaran yang bagus di sekolah.

“Tadi pertanyaannya sangat menarik karena mereka bertanya, Pak, bagaimana cara mencegah radikalisme? bagaimana agar kita tidak tertular? serta bagaimana kita membentengi diri?. Hal Ini menurut saya pertanyaan yang bagus. Saya yakin ini bagian dari proses pembelajaran yang akan membikin karakter mereka menjadi lebih baik,” kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar menjelaskan, SMKN 2 Wonogiri merupakan salah satu sekolah ekstensi dari sekolah gratis di Jateng. Sekolah gratis itu diberikan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang baik sehingga dapat mengangkat kondisi sosial ekonomi keluarga.

“Tentu kita menyiapkan mereka karena sekolah ini bundling. Jadi ada sekolah yang jalur khusus tetapi ada juga yang kurang mampu. Ini ekstensi dari sekolah Jateng yang gratis. Jadi, kita padukan sekarang meskipun tidak boarding school. Kita harapkan nanti banyak teman-teman atau dari keluarga yang tidak mampu bisa mengakses pendidikan,” jelasnya.

Terkait akses pendidikan ini, Ganjar juga memberikan bantuan kepada 4.000 siswa SMA/SMK/SLB negeri dan swasta. Bantuan itu merupakan pentasarufan zakat dari UPZ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk siswa kurang mampu dan berprestasi. Masing-masing siswa mendapatkan bantuan sebesar Rp 2.400.000.

“Bantuan juga kita berikan kepada mereka agar bisa mendapatkan akses lebih banyak. Mudah-mudahan yang tidak mampu bisa mendapatkan fasilitas yang terbaik,” tandasnya. (*/ihr)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less