Puluhan Proyek Infrastruktur SDA Dibangun Di Kabupaten Magelang Tahun 2021-2022

BNews–MAGELANG– Sejumlah program dan pekerjaan konstruksi infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) akan mulai dikerjakan di Kabupaten Magelang tahun 2021. Dimana pelaksananya adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak pada Tahun Anggaran 2021 hingga Tahun Anggaran 2022.

Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwantoro menyampaikan, program dan kegiatan pembangunan tersebut meliputi 2 konstruksi embung; 3 desain embung, 3 konstruksi sabo dam, 12 desain sabo dam; 13 konstruksi Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH).

Ada juga 1 desain ABSAH dan 84 lokasi penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Hal tersebut disampaikan Dwi pada acara Tasyakuran dan Buka Bersama dengan Desa Penerima Program dari BBWS Serayu Opak di Kabupaten Magelang, (30/4/2021).

Untuk Embung yang akan dibangun pada tahun 2021 yaitu Embung Bandungrejo Kecamatan Ngablak dan Embung Desa Dukun Kecamatan Dukun.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Sedangkan sabo dam yang mulai konstruksi pada tahun 2021 yakni 2 Sabo Dam di Sungai Trising dan 1 Pengendali Banjir Lahar pada Sungai Senowo.

“Embung Bandungrejo ditargetkan mampu menampung volume air hingga 9.353 m3, dengan potensi lahan diairi mencapai 34 Ha. Sedangkan Embung Dukun ditargetkan memiliki daya tampungan air 16.395 m3 dengan potensi lahan yang diairi mencapai 21,4 Ha,” jelas Dwi Purwantoro dikutip sda.pu.go.id.

DOWLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Selain para kepala desa dari Kabupaten Magelang, hadir pada acara tersebut antara lain Anggota Komisi V DPR RI Ir. Sudjadi; Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang Eling Aneka Mala; dan Direktur Badan Pengelola Objek Wisata Ketep Pass Mul Budi Santoso.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Ir. Sudjadi berharap agar warga penerima program tidak hanya mengusulkan program saja. Tetapi juga harus bisa merawat dan memelihara program dan konstruksi yang sudah dibangun tersebut.

“Kepala desa harus bisa memimpin warganya untuk berperan aktif dalam membuat master plan desa hingga mengembang-tumbuhkan  program tersebut. Sehingga ke depannya bisa dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: