Warga Aceh Dipuji Dunia Usai Selamatkan Pengungsi Rohingya

BNews—NASIONAL— Warga Desa Lancok berhasil menolong sekitar 100 pengungsi Rohingya yang perahunya terombang-ambing di atas di perairan Aceh Utara, pekan lalu. Tujuan kelompok etnis Myanmar ini terpaksa berlabuh ke Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia.

Hingga saat ini, para pengungsi telah mendapatkan bantuan makanan dari warga yang berada di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Namun sebagian di antara mereka masih memerlukan bantuan medis setelah berada di lautan selama lima bulan. Mereka juga membutuhkan kapal untuk meneruskan tujuan utama ke Negeri Kanguru.

Salah satu relawan dari Yayasan Geutanyoe Aceh Rima Shah Putra mengatakan, sejumlah pengungsi perempuan mengalami masalah higienis dan gatal-gatal. Pihak berwenang juga telah melakukan tes virus corona dan dari hasilnya dipastikan tidak ada yang tertular.

”Sebanyak 79 pengungsi di antaranya kaum perempuan dan anak-anak yang kini ditampung sementara di salah satu fasilitas imigrasi,” kata Rima, Selasa (30/6).

Rima menjelaskan, perahu yang membawa sekitar seratus pengungsi Rohingya terombang-ambing di atas perahu reyot sekitar 6 kilometer dari pantai. Sebelum akhirnya dibawa ke pesisir Seunuddon, Aceh Utara, pada Rabu (24/6).

”Para nelayan setempat melakukan upaya pertolongan bagi para pencari suaka karena pertimbangan hukum adat. Yang mewajibkan mereka membantu siapa pun yang mengalami kesulitan di lautan,” jelasnya.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menuturkan, para pencari suaka Rohingya menyatakan keinginan mereka melakukan perjalanan ke Australia. Kepada masyarakat setempat, mereka meminta kapal untuk melanjutkan perjalanan mengarungi lautan.

Loading...

”Mereka meminta kapal yang bagus karena tujuan akhir mereka Australia,” tutur Thalib.

Sementara itu, perwakilan badan pengungsi PBB Anne Maymann memuji langkah pemerintah setempat di Aceh yang mengizinkan para pengungsi untuk berlabuh.

”Indonesia telah beberapa kali menjadi negara yang memberi contoh kepada negara lain di kawasan ini,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: