Resmi Dimulai! Sensus Ekonomi 2026 Magelang Dikerahkan 1.406 Petugas, Warga Wajib Tahu
- calendar_month 38 menit yang lalu

Bupati Magelang Minta Pelaku Usaha Tak Khawatir Data Bocor pada Sensus Ekonomi 2026
BNews–MAGELANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang resmi memulai tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Program nasional yang digelar setiap 10 tahun ini menjadi salah satu agenda penting untuk memetakan kondisi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia.
BPS menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dari masyarakat maupun pelaku usaha dijamin aman dan dilindungi oleh undang-undang. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terkait kebocoran maupun penyalahgunaan data hasil sensus.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Pencanangan dan Komitmen Bersama Pelaksanaan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Magelang yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (19/6/2026). Acara tersebut dihadiri Bupati Magelang, jajaran Forkopimda, serta para kepala OPD terkait.
Bupati Magelang: Data Sensus Sangat Penting untuk Kebijakan Daerah
Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang akurat sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Grengseng juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha di Kabupaten Magelang, agar memberikan data secara objektif dan terbuka kepada petugas BPS.
“Data dari BPS ini sangat kami butuhkan sebagai basis formulasi kebijakan pembangunan. Kami meminta pelaku usaha dan masyarakat memberikan data apa adanya, seobjektif mungkin. Tidak perlu khawatir atau cemas datanya bocor karena kerahasiaan hasil sensus ini dilindungi penuh oleh undang-undang,” tegas Bupati Grengseng Pamuji.
Ia juga menegaskan bahwa petugas sensus bukanlah petugas pajak, melainkan petugas statistik yang bertugas mengumpulkan data untuk kepentingan pembangunan nasional dan daerah.
SE 2026 Gunakan Sistem Digital dan Metode Baru
Kepala BPS Kabupaten Magelang, Kus Haryono, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Magelang.
Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juli hingga 31 Agustus 2026 atau sekitar 2,5 bulan, lebih lama dibandingkan periode sensus sebelumnya.
Kus Haryono menyebut, SE 2026 membawa sejumlah pembaruan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Sensus Ekonomi tahun 2026 ini sedikit berbeda dengan tahun 2016. Kali ini pendataannya menggunakan aplikasi. Kita menerapkan metode CAPI (Computer Assisted Personal Interviewer) dan CAWI (Computer Assisted Web Interviewer), di samping tetap menggunakan PAPI (Paper Assisted Personal Interviewer) atau kertas untuk beberapa kegiatan besar tertentu,” jelas Kus Haryono.
Selain memotret sektor UMKM, pariwisata, dan industri besar, sensus ini juga menyasar aktivitas ekonomi digital seperti e-commerce di tingkat rumah tangga yang selama ini belum banyak tercatat.
1.406 Petugas Dikerahkan, BPS Imbau Warga Waspada Penipuan
Untuk mendukung kelancaran pendataan, BPS Kabupaten Magelang telah menyiapkan sebanyak 1.406 petugas sensus. Jumlah tersebut terdiri dari 1.235 petugas pendata lapangan, 164 pengawas, serta 7 petugas khusus industri besar.
Seluruh petugas telah dibekali pelatihan dan wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Kus Haryono juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan petugas sensus.
“Rompi resmi bertuliskan Sensus Ekonomi dan BPS, ada tag nama yang dilengkapi dengan nama petugas dan barcode resmi yang dapat discan untuk verifikasi identitas, kami juga membawakan urat tugas resmi dari BPS,” jelas Kepala BPS Kabupaten Magelang.
Selain itu, petugas juga diwajibkan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa/kelurahan hingga tingkat RT sebelum melakukan pendataan di lapangan.
Ditandai Penandatanganan Komitmen Bersama
Kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Magelang ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama oleh Bupati Magelang, Forkopimda, dan BPS.
Acara juga dilanjutkan dengan penyematan rompi petugas Sensus Ekonomi 2026 secara simbolis serta pengalungan tanda pengenal sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pendataan resmi di Kabupaten Magelang. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar