Puluhan Warga Kabupaten Magelang Gabung Sunda Empire

BNews—MUNGKID— Markas Perkumpulan Sunda Empire diketahui memang berpusat di Bandung, Jawa Barat. Namun, anggotanya tersebar hingga pelosok daerah. Tidak terkecuali di Kabupaten Magelang.

Catatan Borobudur News, pengikut Kekaisaran Sunda ada yang berasal dari Kecamatan Windusari hingga Mertoyudan. Keduanya mengaku sama-sama memangku jabatan Panglima dengan pangkat jenderal bintang satu.

Eksistensi Kekaisaran Sunda hingga daerah membuat pihak aparat keamanan setempat melakukan upaya penyelidikan. Kepolisian Resor Magelang mencatat ada puluhan warga Kabupaten Magelang yang menjadi anggota perkumpulan tersebut.

”Jumlahnya lumayan. Ada sekitar 5 orang yang pasti,” Kata Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Waka Polres Kompol Eko Mardiyanto.

Kendati jumlahnya cukup banyak, polisi hanya sebatas melakukan pendataan. Pihaknya juga tidak atau belum perlu melakukan upaya hukum. Selain tidak ada laporan keresahan dari warga, kondisi keamanan di wilayah hukumnya dinilai kondusif.

”Jadi kami hanya sebatas mendata saja,” pungkas perwira dengan satu melati di pundak itu.

Sebagaimana diketahui, seorang petinggi Sunda Empire dengan pangkat jenderal bintang satu berasal dari Dusun/ Desa Gondangrejo, Kecamatan Windusari. Pria yang diketahui bernama Muhkrim itu bergelar Panglima dengan membawahi wilayah Jateng dan DI Jogjakarta.

Seorang warga Dusun Wuni, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan bernama Muhammad Arif Susilanto juga mengaku menjadi anggota Sunda Empire sejak 2017. Ia bersedia bergabung karena dibujuk temannya dengan diiming-imingi akan diberikan pekerjaan.

”Waktu itu Sunda Empire diperkenalkan sebagai organisasi dengan misi kemanusiaan. Membantu warga yang kurang mampu,” ungkapnya.

Arif mengaku saat bergabung di Sunda Empire, ia bergelar Panglima atau Kepala Bagian  Supervision dengan level Operator Kepala. Selama tiga tahun bergabung, dirinya sekalipun belum pernah mengikuti acara yang kerap digelar para petinggi di Bandung, Jawa Barat.

”Bertemu (para petinggi) saja belum pernah. Apalagi mengikuti kegiatan di Bandung,” ungkap pria yang bekerja di bengkel las itu. (eni/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: