IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Pungli Pembuatan Sertifikat Tanah, Perangkat di Borobudur Ditahan

BNews—MUNGKID—Kasi pemerintahan Desa Wringinputih Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang diamankan Polres Magelang. Pasalnya dirinya terlibat dalam kasus korupsi dan pungli dana pembuatan serfitikat tanah warga.

Kapolres Magelang AKBP Yudhianto Adhi Nugroho saat melakukan ungkap kasus siang ini mengatakan bahwa pelaku ini membuat suatu permintaan kepada masyarakat terkait biaya pengurusan serfitikat tanah di Desanya. “Pelaku atas nama Muhajari, 59 yang merukan kasi pemerintahan di Desa Wiringinputih yang melakukan praktik ini sejak Mei 2017 lalu,” katanya (1/7).

Awalnya timbul gejolak di masyarakat terkait pungutan sebesar Rp. 750.000 oleh tim dari Desa kepada masyarakat yang hendak mengurus serfitikat tanah dan berlanjut ke kepolisian. “Jadi tersangka ini bertindak selaku pengumpul uang tersebut yang dimintakan melalui Kepala Dusun masing-masing kemudian diserahkan ke Bendahara Desa,”imbuhnya.

Dalam kasus ini petugas berhasil mengamankan barangk bukti sisa uang tersebut sebesar RP. 164 juta. “Sebenarnya uang yang terkumpul mencapai Rp 400 juta lebih, namun diakui sebagian sudah digunakan untuk operasional dan dibagi-bagikan kepada pengurus dan perangkat desa,” paparnya.

Loading...

Jadi modus pelaku ini melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pungutan biaya kepada masyarakat pengaju/pemohon PTSL Desa Wringinputih tidak sesuai dengan peraturan perundang undangan yaitu Keputusan Bersama Menteri Agraira dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Nomor : 25/SKB/V/’2017; Nomor : 509-3167A Tahun 2017; Nomor : 34 Tahun 201.

Peraturan tersebut Tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis dan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 12 tahun 2017 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

“Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal 12 huruf e UURI No. 20 Th 2001 tentang perubahan atas UURI No. 31 Th 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana Jo Pasal 18 UURI  No. 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UURI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Perubahan atas UURI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap pelaku dapat dikenakan hukuman dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4  tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta paling banyak Rp 1 milyar,” terang Kapolres.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan, dan kemungkinan tersangka bisa bertambah karena yang terlimbat tidak hanya dirinya sendiri,” tegasnya.

Kapolres juga berpesan kepada masyarakat untuk lebih jeli dan teliti terkait pengurusan surat-surat penting di tingkatan manapun. “Kroscek dulu untuk syarat dan biaya administrasinya sesuai ketentuan bagaimana dan berapa, jangan sampai terjadi kasus-kasus seperti ini,” tandasnya.

Sementara Muhajari, 59 mengatakan bahwa sebenarnya sebelum dilakukan pemungkutan tersebut sudah dilakukan pertemuan di Balai Desa oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk menyepakati keputusan pungkutan tersebut. “Meskipun dalam pertemuan tersebut tidak ditemukan kesepakatan mutlat, proses ini tetap kami jalankan,” katanya.

Diakui sebanyak 600 lebih warga melakukan pengajuan serfitikat tanah ini, dan masih kurang sekitar seratusan. Ditanya terkait tujuan penarikan biaya tersebut, Muhajari mengaku untuk biaya operasional dan biaya lain-lain.

“Kalau biaya serfitikat di BPN nya memang gratis, namun biaya tersebut ya untuk biaya lembur, makan, operasional, honor saksi dan lain-lain,” akunya.

“Saya hormati hal ini dan saya sudah ditahan, dan tinggal ikuti saja proses hokum yang berjalan nantinya bagaimana,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: