Temuan Candi di Magelang Ini Ternyata Tempat Ritual Mewah Jawa Kuno

BNews—MAGELANG—Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah melanjutkan ekskavasi penempuan situs di Salam Magelang. Situs bernama Petirtaan Mantingan ini diketahui runtuh akibat terkena erupsi Gunung Merapi.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah, Junawan mengatakan ekskavasi tahap tiga ini telah dilakukan di bagian selatan pada Kamis-Sabtu (1-10/10/2020). Dalam proses ini, yang diungkap adalah bentuk dari candi tersebut.

Sedangkan ekskavasi pada tahap satu, dua dan tiga ini sifatnya penyelamatan. Data yang diperoleh yakni bentuk hingga proses reruntuhannya. Sedangkan tindak lanjutnya yakni pelestarian dengan studi kelayakan.

“Iya betul (tertimbun saat erupsi Gunung Merapi). Jadi memang, dari data-data yang ada itu, dari hasil ekskavasi pun sudah tampak kalau limpasan vulkanik sampai situ,” kata dia, Kamis (15/10/2020). Dikutip dari Detik.com.

Dia menjelaskan, dari Sungai Batang yang ada di 300 meter sisi timur lokasi, ada sungai tua yang mengarah ke petirtaan tersebut. ”Ketika terjadi luapan limpasan lahar sudah di Sungai Batang tidak menampung mengalir ke sungai tua tersebut dan juga penuh akhirnya melimpas ke petirtaan itu,” jelasnya.

Sementara ekskavasi tahap 1,2 dan 3, kata Junawan, yakni untuk melengkapi komponen. ”Kemarin memang ada beberapa komponen kita temukan dan mungkin masih banyak lagi yang di situ. Kita membuka di sisi selatannya untuk memastikan bentuknya. Jadi kalau 1, 2 kemarin sudah mengidentifikasi atau diduga petirtaannya ada beberapa tipe, ada tipe kolam, seperti letter U atau setengah kotak. Ini kemarin berhasil kita pastikan kalau itu bentuknya setengah kotak atau letter U,” urainya.

Lebih lanjut, Junawan mengungkapkan bahwa tidak ada prasasti yang jelas menunjukkan angka tahunnya. ”Jadi memakai pertanggalan relatif melalui profil candi yang dari bawah mungkin fondasi, kemudian di genta, kemudian belah rotan, belipit dan seterusnya. Itu menunjukkan model-model klasik pertengahan sekitar abad 9,” kata Junawan

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara temuan terbaru dari ekskavasi kemarin, kata Junawan, yakni bentuk ujung dari petirtaan di sayap barat. Dari bentuk ujung petirtaannya, diduga ada rekayasa dalam pembuatannya.

”Jadi, suatu lereng gunung yang menyatu dengan Bukit Singo Barong kemudian dipangkas dan diletakkan struktur dari petirtaan itu. Pada bagian ujungnya hanya ditampakkan sisi mukanya sedikit dan setelah itu padas lagi,” imbuh dia.

Tambah dia, Candi Petirtaan ini merupakan bagian candi yang berfungsi untuk mengalirkan air suci. Menurutnya, penemuan ini termasuk Candi Petirtaan yang mewah dan berukuran besar di Jawa Tengah.

”Berfungsi untuk mengalirkan air suci, untuk penolak bala, untuk penghapus dosa, semacam itu. Kalau nilai perlu pentingnya yang jelas dari raga biasa juga itu termasuk bagus, mewah, dari bahannya juga bagus dan dalam ukurannya kalaupun selama ini di Jawa Tengah ini termasuk besar,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: