Ratusan Penyandang Disabilitas Mental di Rembang Divaksin Covid-19, Ganjar Berikan Apresiasi

BNews—JATENG– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk penyandang disabilitas mental di Panti Pangrukti Mulyo Rembang, Jawa Tengah, Rabu (21/7/2021).

Vaksinasi dosis pertama itu diberikan kepada ratusan penghuni panti tersebut. Dalam kunjungannya, Ganjar disambut begitu ramah. Meski menyandang kelainan mental, namun banyak di antara mereka lancar saat diajak komunikasi.

“Namanya siapa pak? Ini kesini mau diapakan?,” tanya Ganjar.

“Nama saya Lasdi Habibi pak, asal Cirebon. Ini mau disuntik, suntik apa ya tadi, oh vaksin pak,” jawab salah satu penghuni panti.

Ganjar kemudian menanyakan buat apa disuntik vaksin. Lasdi menjawab divaksin biar sehat dan tidak kena virus Corona.

“Biar sehat to pak, biar nggak kena Corona,” katanya disambut tepuk tangan Ganjar dan tamu lainnya.

Selain dengan Lasdi, Ganjar juga mengajak ngobrol penghuni panti lainnya. Jawaban-jawaban lucu terjadi, karena memang kesehatan mental para penghuni panti belum pulih seutuhnya.

Seperti saat Ganjar bertanya pada antrian yang menunggu vaksin. Meski belum disuntik, beberapa langsung angkat tangan saat Ganjar bertanya siapa yang sudah disuntik.

“Saya pak, disuntik sininya,” jawab salah satu penghuni panti sambil memegang pantat. Sontak saja jawaban itu membuat Ganjar tertawa.

Download Aplikasi Borobudurnews (Klik Disini)

Lebih lanjut, Ganjar mendukung penuh upaya vaksinasi bagi penyandang disabilitas mental di Rembang ini. Menurutnya, mereka juga salah satu kelompok masyarakat yang harus dilindungi dari risiko penularan Covid-19.

“Kami senang karena mereka yang berkebutuhan khusus di sini bisa mendapatkan akses vaksin. Kita harapkan mereka terlindungi, maka seluruh kelompok elemen masyarakat sekarang bisa kita vaksin semua,” katanya.

Menurut keterangan salah satu petugas panti, Waluyo, total ada 125 penyandang disabilitas mental yang dirawat di tempat itu. Semuanya menjadi sasaran vaksinasi, meskipun ada beberapa yang tidak disuntik hari ini.

“Karena ada yang sedang sakit, ada juga yang darahnya tinggi,” jelasnya.

Tak hanya dari Jawa Tengah, para penghuni panti di tempat itu juga berasal dari beberapa daerah seperti, Jawa Barat, Jakarta dan Jawa Timur. Ia juga mengatakan banyak diantara penghuni panti yang kesehatan mentalnya mulai memulih.

“Makanya saat diajak bicara pak Gubernur, ada yang nyambung. Karena sudah lama di sini dan kami kerjasama dengan RS Jiwa Surakarta untuk pemulihan,” ucap Waluyo. (lhr/mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: