Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Resmi Dibuka! Bawaslu Magelang Gelar P2P Daring 2025, Cetak Kader Pengawas Demokrasi Digital

Resmi Dibuka! Bawaslu Magelang Gelar P2P Daring 2025, Cetak Kader Pengawas Demokrasi Digital

  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025

BNEWS—MAGELANG— Bawaslu Kabupaten Magelang resmi membuka pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Dalam Jaringan (Daring) Tahun 2025. Program ini menjadi langkah strategis Bawaslu dalam memperkuat pendidikan demokrasi berbasis partisipasi masyarakat menjelang Pemilu 2029.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menjelaskan bahwa P2P Daring 2025 dirancang menggunakan metode pembelajaran Learning Management System (LMS). Konsep ini sejalan dengan arahan dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Aini, setiap peserta akan mendapatkan materi teknis pengawasan melalui media audio visual dan e-modul. Proses pembelajaran dimulai dengan pretest, dilanjutkan dengan sesi pembelajaran daring, diskusi interaktif, hingga post test untuk mengukur pemahaman peserta.

“Melalui sistem ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teknis pengawasan pemilu, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam membangun jaringan dan komunitas pengawasan di wilayah masing-masing,” kata Aini, Senin (13/10/2025).

Ia menegaskan bahwa kegiatan P2P bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen Bawaslu dalam menghadirkan pendidikan demokrasi yang berkelanjutan.

“Pendidikan Pengawas Partisipatif adalah ruang untuk mencetak kader-kader pengawas yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki semangat kolaboratif dan nilai-nilai integritas. Melalui P2P, kami berharap muncul penggerak-penggerak baru yang mampu mengedukasi masyarakat dan menjadi teladan dalam menjaga demokrasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aini menjelaskan, P2P 2025 memiliki tiga tujuan utama. Pertama, membentuk pusat pendidikan dan pengembangan kapasitas pengawasan pemilu partisipatif yang berkesinambungan. Kedua, menciptakan serta mengembangkan kader dan komunitas pengawasan. Ketiga, meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu berbasis partisipasi masyarakat.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Program bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” ini dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Oktober hingga November 2025. Rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi, rekrutmen peserta, pembelajaran audio-visual melalui platform daring, diskusi interaktif via Zoom, hingga penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) oleh peserta.

Aini menambahkan, penguatan kapasitas pengawas partisipatif menjadi investasi demokrasi jangka panjang.

“Kami berharap para peserta P2P nantinya tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi mampu menularkan semangat pengawasan di komunitas mereka. Dengan demikian, pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi program tahunan, tetapi gerakan sosial yang berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Habib Shaleh, menegaskan bahwa pelaksanaan P2P daring ini merupakan bentuk nyata komitmen Bawaslu untuk memperkuat kolaborasi dan pendidikan politik masyarakat.

“Program ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu mengembangkan pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat. Hal ini sebangun dengan mandat Pasal 94 huruf (d) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” ujar Habib.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga memastikan bahwa setiap tahapan menuju Pemilu 2029 dapat berjalan jujur, adil, dan bermartabat, sesuai dengan prinsip pengawasan yang profesional dan partisipatif. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less