Borobudur Disiapkan Jadi Pusat Wisata Raksasa, Pantai Kebumen hingga Sindoro-Sumbing Ikut Terkoneksi
- calendar_month Jum, 5 Jun 2026

Kawasan Borobudur Akan Terhubung dengan Kebumen, Purworejo dan Temanggung_foto cimoceklik
BNews-JATENG — Kawasan Candi Borobudur diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung atau yang dikenal dengan kawasan aglomerasi Keburejo-Gelangmanggung.
Melalui penguatan konektivitas antardestinasi wisata, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan pergerakan wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat di seluruh wilayah penyangga Borobudur.
Gagasan pengembangan konektivitas wisata lima daerah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Borobudur tidak boleh berdiri sendiri sebagai destinasi wisata utama, melainkan harus menjadi pusat konektivitas atau hub yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di wilayah sekitarnya.
Menurut Luthfi, konsep tersebut telah diterapkan di sejumlah negara tujuan wisata dunia, di mana wisatawan yang datang ke satu destinasi utama akan diarahkan untuk mengunjungi berbagai destinasi lain yang telah terintegrasi dalam satu kawasan wisata.
“Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur,” kata Luthfi.
Ia menilai konektivitas wisata antardaerah perlu segera dirumuskan secara lebih detail agar menjadi pedoman dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jawa Tengah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Integrasi tersebut mencakup kawasan Borobudur, Kopeng, Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo, hingga kawasan Geopark dan wisata pantai yang dimiliki Kabupaten Kebumen.
Selain memperkuat konektivitas destinasi, Luthfi juga menyoroti pentingnya pengembangan desa wisata sebagai bagian dari penguatan ekosistem pariwisata daerah.
Saat ini masing-masing daerah telah menyiapkan target pengembangan desa wisata baru. Kabupaten Magelang menargetkan 50 desa wisata, Purworejo 45 desa wisata, Kebumen 35 desa wisata, Temanggung 30 desa wisata, dan Kota Magelang lima desa wisata.
“Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Luthfi juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk memperbanyak penyelenggaraan event yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
Menurutnya, jumlah kegiatan yang masuk dalam kalender event saat ini masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas penyelenggaraannya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Kalau setahun baru 100 event, itu masih kurang. Tambah lagi. Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi,” tegasnya.
Untuk mendukung pengembangan kawasan wisata terintegrasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan berkoordinasi dengan pengelola kawasan Candi Borobudur guna menyusun pola pengembangan yang tetap memperhatikan dan menjaga nilai-nilai warisan budaya dunia yang dimiliki Borobudur.
Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam forum tersebut menyatakan dukungannya terhadap rencana integrasi kawasan wisata Keburejo-Gelangmanggung.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai manfaat ekonomi dari keberadaan Candi Borobudur masih perlu diperluas agar dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat sekitar.
Salah satu gagasan yang saat ini tengah didorong oleh Pemerintah Kabupaten Magelang adalah membuka kawasan Borobudur pada malam hari untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan.
“Kami berupaya agar Borobudur bisa dibuka malam hari. Dengan begitu potensi okupansi perhotelan di Magelang bisa ikut terangkat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, berharap promosi kawasan Borobudur dapat dikolaborasikan dengan pengembangan; destinasi wisata Sindoro-Sumbing yang saat ini terus dikembangkan bersama berbagai komunitas lokal.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, mengusulkan adanya kalender event terpadu yang melibatkan seluruh daerah dalam; kawasan aglomerasi Keburejo-Gelangmanggung.
Menurutnya, kalender event bersama diperlukan untuk menghindari benturan jadwal kegiatan sekaligus memperkuat promosi kawasan wisata secara kolektif.
“Kami ingin ada koordinasi dan kolaborasi untuk kalender event agar tidak bentrok. Bila memungkinkan dibuat kalender event bersama yang mencakup seluruh wilayah,” katanya.
Melalui penguatan konektivitas destinasi wisata, kolaborasi lintas daerah, pengembangan desa wisata, serta integrasi promosi dan kalender event; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Borobudur tidak hanya menjadi ikon pariwisata dunia, tetapi juga menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi; yang mampu menggerakkan kawasan Keburejo-Gelangmanggung secara berkelanjutan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar