Demi Tingkatkan Ekonomi, Kades di Srumbung Ini Hafal Jumlah Pohon di Desanya

BNews–SRUMBUNG-– Perhatian seorang Kepala Desa (Kades) di lereng merapi ini layak diapresiasi. Program pertanian di wilayahnya begitu maju hingga memberikan dampak positif bagi warga.

Supriyadi, Kades Banyuadem Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang ini memang terkenal akan inovasi pertaniannya. Dia mendasari programnya dari data potensi desa. Salah satunya usaha gula merah.

Usaha gula merah di Banyuadem ini sudah cukup besar dan berpotensi. Gula merah ini diproduksi dari nira pohon kelapa.

“Di Desa Banyuadem menurut data yang saya pegang terdapat 1200 pohon kelapa produktif yang setiap harinya diambil niranya,” ungkap Supriyadi kepada Borobudurnews.com (28/8/2020).

Dari total pohon tersebut, lanjutnya setiap hari diambil nira oleh 167 penderes (Red: orang pengambil nira). Penderes tersebut merupakan masyarakat Desa Banyuadem yang berprovesi sebagai pengusaha gula merah.

“Setiap hari mereka menderes nira di pohon kelapa mulai pagi hari hingga menjelang siang. Selanjutnya nira dibawa pulang untuk diproduksi. Namun sebelum pulang wadah nira yang dari bambu diganti dengan yang kosong untuk diambil hari berikutnya,” ujarnya.

Nira tersebut diproduksi di rumah mereka masing-masing untuk dijadikan gula merah jawa. “Perhari rata-rata produksi gula merah mencapai 75 sampai 125 kilogram.Hasil itu cukup memuaskan dan membantu perekonomian mereka,” ungkapnya.

Loading...
BERWISATA DI MAGELANG BISA LENGKAP INFONYA CEK DISINI (KLIK)

Banyak sedikitnya hasil produksi, lanjutnya tergantung dari jumlah nira yang didapat pagi harinya tersebut. “Setelah selesai produksi bisa hari itu juga atau hari berikutnya, gula merah dibawa ke pasar atau ada yang ambil di rumah,” terangnya.

Supriyadi juga mengungkapkan, keberhasilan produksi tersebut juga tidak lepas dari kondisi pohon kelapa yang produktif menghasilkan nira ataupun buah kelapanya. “Pohon kelapa penghasil nira memang harus dirawat dengan benar. Dan mulai dari pembibitan dulu juga harus disiapkan dengan matang. Kuncinya di inovasi bibit dan perawatan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan produksi gula merah tersebut secara berkala mampu meningkatkan perekonomian warganya. “Tentunya terkait hasil pertanian lainnya yang cukup super juga harus mampu menjaga ketahanan pangan warga. Inovasi pertanian akan terus berlanjut demi hasil yang lebih maksimal,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: