Aksi Heroik Banser Riyanto Gugur di Bulan Ramadan Saat Amankan Gereja

BNews—NASIONAL— Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU), Riyanto meninggal dunia ketika bertugas menjaga gereja di malam Natal. Peristiwa memilukan itu terjadi tepat 21 tahun lalu di Mojokerto, Jawa Timur.

Kisah Riyanto itu kembali dibagikan oleh Jaringan Gusdurian melalui serial tweet di akun @GUSDURians, Sabtu (25/12). Diceritakan pada 24 Desember 2000 Riyanto bertugas menjaga Gereja Jemaat Pantekosta Indonesia di Mojokerto. Saat itu juga bertepatan dengan Ramadan hari ke-21.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, Riyanto meminta izin berbuka bersama rekan-rekan anggota Banser lainnnya sekaligus mempersiapkan penjagaan di gereja. ”Riyanto juga izin untuk tidak pulang pada malam harinya. Ia ingin beriktikaf di masjid selepas menjaga gereja” tulis @GUSDURians.

Aktivitas menjaga gereja oleh Banser memang rutin dilakukan sejak 1996. Ketua Umum PBNU saat itu, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menginstruksikan kepada Banser untuk menjaga gereja sebagai buntut dari kerusuhan dan pembakaran gereja di Situbondo, Jawa Timur.

Satu waktu, Gus Dur pernah mendapat pertanyaan tentang hukum menjaga gereja. Gus Dur pun menjawab, ’Kamu niatkan jaga Indonesia bila kamu enggak mau jaga gereja. Sebab gereja itu ada di Indonesia, Tanah Air kita. Tidak boleh ada yang mengganggu tempat ibadah agama apa pun di bumi Indonesia’.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Pada 2000, penjagaan di gereja dianggap juga sangat penting menyusul sejumlah teror yang terjadi. Pada 1 Agustus misalnya, sebuah bom meledak di Kantor Kedutaan Besar Filipina di Jakarta. Berselang sebulan, tepatnya 13 September, bom meledak di lantai parkir Bursa Efek Jakarta.

Kembali kepada Riyanto. Saat menjaga Gereja Eben Haezer bersama tiga rekannya, Riyanto mendapat laporan adanya benda mencurigakan di depan gereja dari jemaat pada pukul 20.30WIB.

Bentuknya bungkusan tas plastik dan tas berisi kado di bawah telepon umum depan gereja. Riyanto kemudian berinisiatif mengambil dan menyerahkan ke polisi yang berjaga.

Setelah dicek ternyata bungkusan plastik itu berisi bom. Petugas yang berjaga kemudian meminta semua menjauh dan tiarap. Namun Riyanto justru membawa lari benda itu menjauh dari gereja.

”Saat berusaha mengamankan itulah, bom meledak. Tubuhnya terpelanting sejauh 30 meter. Tak lama kemudian bom kedua juga meledak,” tulis @GUSDURians. (*)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: