Ribuan Warga Magelang Bondong-Bondong Turun Kelas BPJS Kesehatan

BNews—MAGELANG— Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang ditetapkan pemerintah pertanggal 1 Januari 2020 kemarin, membuat banyak peserta turun kelas. Uniknya, fenomena penurunan kelas dilakukan jauh hari jauh hari sebelum kebijakan itu diberlakukan karena dirasa memberatkan.

Kepala Bidang bidang pelayanan BPJS Cabang Magelang, Agustin Erna Purnamawati  mengatakan, fenomena turun kelas terjadi sejak tiga bulan lalu. Tepatnya mulai bulan Oktoter 2019.

Padahal, Perpres Nomor 75 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan resmi berlaku 1 Januari kemarin. Isinya adalah kenaikan iuran sebesar dua kali lipat untuk semua kelas.

”Saat itu, para peserta turun kelas karena mungkin merasa keberatan dengan rencana pemerintah menaikkan iuran sebesar seratus persen. Rata-rata paling banyak (turun) dari kelas II ke kelas III,” kata Agustin kepada Borobudur News.

Dijelaskan dia, kenaikan terjadi untuk semua kelas. Seperti Kelas I dari Rp 80 ribu menjadi  160 ribu, Kelas II Rp 51 ribu ke Rp 110 ribu dan Kelas III 25.500 menjadi  Rp 42 ribu. Sedang pengajuan pindak kelas diterima pihaknya sejak bulan Oktober 2019.

”Kami mencatat Oktober ada 140 Kepala Keluarga (KK), November 500 KK dan Desember  1.480 KK yang mengajukan turun kelas. Semua masih kami proses,” ucapnya.

Agustin mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan, pascakenaikan iuran seratus persen, angka permintaan penurunan kelas akan lebih banyak disbanding tahun lalu. Maka, pihaknya telah mempersiapkan program guna mengantisipasi hal tersebut.

”Kami membuka Program Perubahan Kelas Tidak Sulit (PRAKTIS). Dimulai tanggal 9 Desember 2019 sampai 30 April 2020,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Adapun syarat perpindahan kelas antara lain telah terdaftar sebagai pengguna dengan mengangsur minim satu kali. Kemudian melunasi iuran pada kelas sebelumnya.

”Kalau persyaratan sebelumnya, harus satu tahun dulu baru diperbolehkan pindah kelas,” ujarnya.

Imbuh Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik Suwarto, BPJS Kesehatan juga membuat aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aplikasi tersebut berguna untuk kemudahan peserta baru yang akan mendaftar hingga pindah kelas.

”Budaya kita, kan, sekarang tidak mau repot. Makanya dengan ini tinggal download dan ikuti arahan sesuai petunjuk,” imbuh dia. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: