Merdeka dan Berbudaya Festival Kesenian Rakyat Windusari

BNews—WINDUSARI— Perayaan kemerdekaan RI ke-74 di lereng merbabu berjalan meriah dengan Festival Kesenian Rakyat Se Kecamatan Windusari Sabtu kemarin (24/8). Sebanyak 11 kelompok kesenian ikut berkompetisi di Lapangan Ngadigunung.

Dengan mengakat tema “ Merdeka dan Berbudaya ”.Festival ini mengundang banyak wisatawan lokal maupun manca negara. “Kegiatan seperti inilah yang harus digelar setiap tahunya, selain memeriahkan hari kemerdekaan RI juga mengangkat serta melestarikan budaya dan kesenian disini,” ungkap Basudiono selaku Kasi Tapem Kecamatan Windusari.

Runtutan acara dimulai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan gong. Peserta festival kesenian adalah grup kesenian yang ada di wilayah kecamatan Windusari.

BACA JUGA : INI PARA PEMENANG LOMBA FESTIVAL KALI ELO 2019
Loading...

KEREN : Salah satu penampilan kesenian di Festival Kesenian Raktar Lereng Sumbing di Windusari (24/8)--(foto--Istimewa)
KEREN : Salah satu penampilan kesenian di Festival Kesenian Raktar Lereng Sumbing di Windusari (24/8)–(foto–Istimewa)

Berbagai macam kesenian seperti gedruk, topeng ireng, janthilan, kuda lumping dan lainnya ikut dalam festival ini. “Peserta festival memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman dan menjadi pelaku seni yang berprestasi. 11 peserta grup kesenian perwakilan dari tiap kelurahan Se Kecamatan Windusari menampilkan performa terbaiknya, pada malam harinya jam 23.00 diumumkan pemenang,” ungkap ketua panitia Asruri.

Dalam perlombaan tersebut keluar tiga kelompok kesenian sebagai Pemenang Festival  Kesenian Rakyat tersebut dalam Rangka HUT RI Ke-74. Mereka yakni  Juara 1 Gedrug Wahyu Margo Laras ,Cebongan, Juara II  Topeng Ireng Tunggal Rimba ,Gunungsari, dan Juara III  Kuda Lumping Ngesti Budoyo Mudo ,Kwadaan.

Untuk penyerahan hadiah langsung diberikan oleh Syihabiddin Ashodiqi selaku Camat Windusari berupa piala camat, piagam dan uang pembinaan. “Inti dari kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kesenian tradisional dan kemerdekaan bangsa agar kita dapat terus mengikuti perkembangan tanpa meninggalkan warisan kesenian yang menjadi identitas masyarakat,”pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: