Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » RSUD Merah Putih Magelang Gelar Simulasi Keadaan Darurat Bencana dan Penanganan Kebakaran

RSUD Merah Putih Magelang Gelar Simulasi Keadaan Darurat Bencana dan Penanganan Kebakaran

  • calendar_month Rab, 11 Sep 2024

BNews—MAGELANG— RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang melakukan simulasi keadaan darurat di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan penanganan kebakaran. Kegiatan ini sebagai upaya rumah sakit menghadapi bencana yang mungkin terjadi, seperti megathrust.

Ketua Komite K3RS, drg. Rurit Obyantoro mengungkap, sebagai rumah sakit umum daerah Kabupaten Magelang yang berisiko terhadap berbagai jenis bencana salah satunya gampa bumi dan gunung meletus, perlu dilakukan upaya tanggap darurat bencana.

Tanggap darurat bencana yang dilaksanakan melibatkan seluruh unit yang ada di rumah sakit. Mulai dari security, dokter, perawat, bidan, admisi, farmasi, cleaning service, manajemen dan tenaga penunjang lainnya.

Simulasi dilaksanakan untuk menguji kesiapan tenaga, regulasi, alur, sarana, prasarana dan alat kesehatan yang tersedia di RSUD Merah Putih dalam menghadapi bencana yang setiap saat terjadi.

Hasil pelaksanaan simulasi ditemukan berbagai kekurangan dan evaluasi yang perlu dilakukan oleh manajemen dan masing-masing unit sebagai upaya persiapan menghadapi bencana.

”Kegiatan ini dilakukan salah satunya untuk mempersiapkan tenaga kita dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Magelang. Seperti bencana eksternal kedaruratan massa maupun megathrust yang berpotensi terjadi di Indonesia,” kata Rurit dalam rilis pers yang diterima BorobudurNews.com.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Dia menjelaskan, pelatihan penanganan kebakaran dipandu dan dibimbing oleh Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang. Refreshing pemadaman api menggunakan Hydrant, sprinkle dan APAR dilakukan dengan tujuan supaya semua pegawai dapat menggunakan alat-alat tersebut bila terjadi kebakaran di rumah sakit.

”Selain itu agar mereka mengetahui fungsi smoke detector. Sehingga bila smoke detector memberikan peringatan dini potensi kebakaran, bisa cepat tertangani dan tidak bertambah besar,” jelasnya.

Kepala Bidang Penunjang, Supardjudi menambahkan bahwa simulasi seperti ini harusnya dilakukan rutin minimal dua kali dalam kurun waktu satu tahun.

”Simulasi ini untuk melatih seluruh tenaga yang ada di rumah sakit terkait respon terhadap segala jenis bencana. Baik internal maupun eksternal yang mungkin terjadi,” imbuhnya.

Harapannya, dari pelaksanaan kegiatan ini, seluruh pegawai rumah sakit dapat lebih siap dan paham terkait penanganan keadaan darurat di RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less