Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sambut Hari Santri Nasional 2026, Santri Temanggung Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Santri Temanggung Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai

  • calendar_month Ming, 18 Okt 2026

BNews-TEMANGGUNG – Menyambut Hari Santri Nasional 2026, santri Pondok Pesantren Tahfidz Almusthofa Tebuireng 16 di Wadas, Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar aksi peduli lingkungan melalui penanaman bibit pohon beringin dan bersih sungai di kawasan Mata Air Kali Tejo, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan bertajuk Sedekah Alam, Santri Menanam tersebut menjadi wujud kepedulian para santri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga sumber air yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

Aksi lingkungan ini diawali dengan pengantar mengenai tujuan kegiatan, dilanjutkan doa bersama dan pembacaan puisi berjudul Kami Santri Membumi oleh santriwati Safira Nadia Meca.

Selanjutnya, para santri melakukan penanaman bibit pohon beringin di sekitar Mata Air Kali Tejo. Mereka juga memungut sampah di sepanjang aliran sungai serta membersihkan dan memperlancar saluran air agar lingkungan tetap terjaga.

Santri Almusthofa Tebuireng 16 Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam

Pengasuh Pondok Pesantren Almusthofa Tebuireng 16, KH Agus Ahmad Yani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya dimaknai melalui perjuangan menuntut ilmu, berdoa, dan mengabdi kepada sesama, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk menjaga kelestarian alam.

“Menanam pohon di kawasan mata air merupakan wujud kepedulian sekaligus ungkapan empati dan keprihatinan terhadap berbagai kerusakan lingkungan, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam keseimbangan ekosistem di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, mata air mempunyai peran penting dalam menopang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain menjadi sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat, mata air juga mendukung kegiatan pertanian serta menjaga keberlangsungan ekosistem di sekitarnya.

Karena itu, pelestarian kawasan mata air perlu dilakukan secara bersama-sama. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menanam pohon dan merawat lingkungan di sekitar sumber air.

Ia menambahkan, keberadaan pohon dapat membantu menjaga kondisi lingkungan, mendukung keanekaragaman hayati, serta berkontribusi terhadap kelestarian ekosistem di kawasan mata air.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Melalui kegiatan tersebut, para santri juga diajak untuk tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi turut memberikan kontribusi nyata sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan.

“Ini mungkin langkah kecil di tengah luasnya persoalan lingkungan. Namun, langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. Kita menanam untuk masa depan, merawat kehidupan tanpa harus menunggu hasilnya segera terlihat, dan menjaga alam tanpa harus menunggu kerusakan semakin parah,” katanya.

Kepala Desa Malebo Apresiasi Aksi Peduli Lingkungan Santri

Sementara itu, Kepala Desa Malebo, Jazim Chamidi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pondok Pesantren Almusthofa Tebuireng 16 atas kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan kegiatan bersih sungai.

Menurutnya, upaya menjaga kawasan mata air diharapkan dapat membantu mendukung ketersediaan air bagi masyarakat, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Ia juga berharap kegiatan Sedekah Alam, Santri Menanam dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam.

Keterlibatan para santri dalam aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam merawat lingkungan melalui kegiatan yang dapat dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.

Santriwati Safira Nadia Meca Bangga Ikut Menanam Pohon

Salah seorang peserta aksi, Safira Nadia Meca, mengaku bangga dan senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan penanaman pohon dan; pembersihan sungai di kawasan Mata Air Kali Tejo.

Baginya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam, menurutnya, tidak cukup hanya disampaikan melalui doa dan imbauan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui tindakan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Safira juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia; persoalan pemanasan global, serta krisis air yang dapat mengancam kehidupan masyarakat.

Ia berharap para korban bencana karhutla diberikan kesabaran dan kesehatan. Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk semakin memperhatikan kondisi lingkungan dan berpartisipasi dalam upaya pelestariannya.

Sedekah Alam Jadi Momentum Santri Peduli Lingkungan

Melalui kegiatan Sedekah Alam, Santri Menanam, Pondok Pesantren Almusthofa Tebuireng 16 berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026; dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pelestarian lingkungan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan sederhana yang berorientasi pada keberlanjutan, mulai dari menanam pohon, merawat sumber air,;hingga menjaga alam sebagai titipan bagi generasi mendatang.

Aksi penanaman pohon dan bersih sungai di kawasan Mata Air Kali Tejo, Kabupaten Temanggung, ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial; tetapi menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (ans/bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less