Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Utama » Santunan Nasional ke-22 DHIBRA Shiddiqiyyah Kabupaten Magelang, Wabup Sahid Apresiasi Gerakan Sosial

Santunan Nasional ke-22 DHIBRA Shiddiqiyyah Kabupaten Magelang, Wabup Sahid Apresiasi Gerakan Sosial

  • calendar_month 5 menit yang lalu

BNews—MAGELANG— Kepedulian terhadap anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui Santunan Nasional ke-22 sekaligus peringatan HUT ke-26 DHIBRA Shiddiqiyyah.

Kegiatan yang digelar pada Senin (31/8/2026) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menyayangi dan membantu sesama.

Wakil Bupati Magelang Sahid mengapresiasi konsistensi DPD ORSHID dan DHIBRA Shiddiqiyyah Kabupaten Magelang dalam menjalankan gerakan sosial dan kemanusiaan tersebut.

Menurut Sahid, pelaksanaan Santunan Nasional yang telah memasuki tahun ke-22 menunjukkan komitmen panjang organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

“Momentum hari ini sungguh sangat istimewa dan sarat akan makna spiritual sekaligus sosial,” kata Sahid.

Wabup Magelang: Santunan Jadi Teladan Akhlak Rasulullah

Sahid menilai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya dengan menunjukkan kasih sayang kepada anak yatim serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, perjalanan DHIBRA Shiddiqiyyah selama 26 tahun juga menjadi bukti kematangan organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

Nilai tersebut sejalan dengan prinsip khairunnas anfauhum linnas, yang memiliki makna bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Sinergi Pemerintah dan Organisasi Sosial Dibutuhkan

Sahid mengatakan persoalan sosial dan ekonomi di daerah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri.

Diperlukan sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperkuat kepedulian sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

“Aksi nyata penyerahan santunan hari ini bukan sekadar bantuan materiil. Lebih dari itu, ini adalah bentuk pemenuhan hak-hak sosial, rajutan tali asih, serta dorongan moral agar saudara-saudara kita tetap memiliki optimisme, harapan, dan semangat kuat untuk menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Sahid, kegiatan santunan seperti yang dilakukan DHIBRA Shiddiqiyyah memiliki nilai sosial yang penting karena tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan perhatian dan dukungan moral bagi penerima.

Ketua Panitia Bersyukur Santunan Nasional ke-22 Berjalan

Sementara itu, Ketua Panitia Santunan B. Solihin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Santunan Nasional ke-22 sekaligus peringatan HUT ke-26 DHIBRA Shiddiqiyyah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Syukur Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita semua dapat hadir di tempat ini,” ujar Solihin.

Dalam kesempatan tersebut, Solihin mengajak keluarga besar Tarekat Shiddiqiyyah untuk terus menjaga kebersamaan dan menguatkan nilai-nilai keteladanan yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Selanjutnya kepada Nabi Agung Muhammad SAW, yang selalu kita nantikan syafaatnya dari dunia sampai akhirat, dan juga selalu menjadi uswatun hasanah bagi kita semua,” katanya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia berharap momentum Santunan Nasional dan peringatan HUT ke-26 DHIBRA Shiddiqiyyah dapat semakin mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar organisasi dengan masyarakat.

22 Tahun Santunan Nasional Jadi Gerakan Kemanusiaan

Santunan Nasional ke-22 menjadi bagian dari perjalanan panjang DHIBRA Shiddiqiyyah dalam menghidupkan nilai-nilai keagamaan melalui aksi sosial.

Bantuan yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai bantuan materi, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan tali kasih kepada anak yatim; kaum dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan.

Memasuki usia ke-26, DHIBRA Shiddiqiyyah diharapkan semakin konsisten menebarkan manfaat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Santunan Nasional yang telah dilaksanakan selama 22 tahun menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial yang dijaga secara konsisten; dapat berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial di Kabupaten Magelang. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less