Saparan 2025 di Dusun Kemiren-Karanggawang Jadi Ajang Edukasi Budaya untuk Generasi Muda
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025

Kemiren dan Karanggawang Gelar Saparan 2025, Angkat Nilai Luhur Budaya dan Kebersamaan
BNews-MAGELANG – Suasana penuh warna menyelimuti Dusun Kemiren – Karanggawang, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, pada Minggu (10/8/2025) dalam perayaan Saparan atau Merti Dusun 2025.
Tradisi yang digelar setiap dua tahun sekali ini menjadi ajang bagi warga untuk melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Sejak pagi, jalan-jalan di dusun telah dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan arak-arakan gunungan hasil bumi. Gunungan berisi aneka sayur, buah, dan hasil pertanian setempat itu diarak keliling kampung.
Kirab budaya tersebut diiringi pasukan bergodo lengkap dengan busana adatnya. Warga, baik tua maupun muda, turut serta memeriahkan jalannya prosesi.
Selain kirab budaya, acara juga diisi dengan doa lintas agama yang diikuti seluruh tokoh agama di Dusun Kemiren – Karanggawang. Doa bersama ini menjadi simbol kerukunan dan toleransi, nilai yang dipegang teguh masyarakat setempat.
Memasuki siang hingga malam, rangkaian festival budaya digelar di sebuah bangunan dan tanah lapang.
Warga menampilkan kesenian tradisional, tari-tarian, musik gamelan, hingga pertunjukan kreatif yang memadukan unsur modern dan tradisi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Seluruh warga terlibat aktif, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, perangkat desa, dan perwakilan pemerintah daerah.
Menurut Ketua Panitia, Wachid, Saparan 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wujud rasa syukur atas hasil bumi dan keselamatan warga.

“Ini adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga. Melalui acara ini, kita ingin anak-anak muda mengenal akar tradisi mereka dan bangga terhadap kampung halaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Camat Salam menyampaikan pesan agar tradisi ini terus dilestarikan sebagai sarana mempererat persatuan dan kesatuan, menjaga budaya, serta memupuk kerukunan di antara keberagaman masyarakat.
Hingga malam hari, masyarakat masih memadati area festival untuk menyaksikan penampilan terakhir. Suasana hangat, meriah, dan penuh kebersamaan menjadi penutup manis perayaan Saparan tahun ini. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar