Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Satu Keluarga dan Dua Balita Jadi Korban KA Bangunkarta di Sleman, Ini Penjelasan Polisi

Satu Keluarga dan Dua Balita Jadi Korban KA Bangunkarta di Sleman, Ini Penjelasan Polisi

  • calendar_month Rab, 5 Nov 2025

BNews—SLEMAN— Polisi memperbarui data korban dalam insiden kereta api Bangunkarta jurusan Jombang–Pasar Senen; yang menabrak satu mobil dan dua sepeda motor di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jumlah korban luka-luka yang semula dilaporkan empat orang kini bertambah menjadi enam orang, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

“Kecelakaan kereta api Bangunkarta jurusan Jombang–Pasar Senen dengan mobil dan sepeda motor terjadi pada 4 November 2025 sekitar pukul 10.34 WIB,” ujar Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun melalui keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).

Tiga korban meninggal dunia merupakan pengendara sepeda motor, salah satunya berboncengan saat kejadian. Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setiyarto, membenarkan hal tersebut.

“Yang meninggal dunia ada tiga orang, semuanya pengendara motor. Dua unit motor, yang satu boncengan, satu mengendarai motor sendiri,” ujarnya.

Adapun korban meninggal di antaranya warga Kota Yogyakarta berinisial K (perempuan) dan dua pengendara motor lainnya yang masih dalam proses identifikasi.

Sementara itu, empat korban luka merupakan satu keluarga yang berada di dalam mobil merah. Mereka terdiri dari suami, istri, dan dua anak kecil. Masing-masing yaitu OE (L), warga Semarang, Jawa Tengah, yang merupakan pengemudi; NS (P), warga Semarang; KM (P), 2 tahun; dan MA (L), 2 bulan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Korban yang di mobil itu dirawat di rumah sakit. Yang suami istri dirawat di RS Bhayangkara, sedangkan yang balita dirawat di Rumah Sakit Islam PDHI,” jelas Dede.

Selain mereka, dua korban luka lainnya adalah pejalan kaki, yakni ibu dan anak balitanya yang berada tak jauh dari perlintasan sebidang. Mereka adalah SA (L) dan EA (P), usia 1 tahun 7 bulan, warga Brebes, Jawa Tengah.

Salah satu saksi, Yesi, menuturkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, dirinya mendengar suara klakson kereta api yang melintas dari arah timur ke barat. Namun, ia melihat palang pintu sisi utara tidak menutup dan sirine juga tidak berbunyi.

“Dari arah timur itu kereta sudah klakson terus. Tapi saya lihatnya yang palang pintu sisi utara tidak menutup, masih terbuka. Suara palang pintu yang biasanya itu juga tidak terdengar,” ungkapnya.

Yesi menambahkan, kendaraan masih lalu lalang di perlintasan hingga akhirnya sebuah mobil merah dan dua motor tertabrak.

“Dari arah utara itu ada mobil merah, belakangnya ada sepeda motor. Ya langsung nabrak begitu saja,” jelasnya.

Ia juga melihat petugas palang pintu berada di dalam pos saat kejadian.

“Petugasnya ada. Saya lihat itu petugasnya di ruangan kayak gebrok meja gitu,” tambahnya.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan tersebut.

“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan dan berbelasungkawa atas kejadian ini. Kami akan mendampingi dan mendukung setiap proses yang dibutuhkan,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.

Feni menegaskan, KAI masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. (*)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less