Total 41 Orang Diamankan Polisi Terkait Aksi Ricuh di Magelang

BNews—MAGELANG—Aparat penegak hukum mengamankan puluhan orang yang diduga perusuh. Selama tiga hari terakhir gelaran aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Polisi Iskandar Fitriana Sutisna mengungkapkan, hingga Jumat (9/10/2020), jajaran kepolisian di Jawa Tengah telah menangkap 97 peserta aksi yang rusuh dari berbagai daerah.

”Sampai malam ini, telah diamankan total 97 orang yang diduga pelaku anarkis. Sebanyak 56 orang diamankan dari aksi demo kemarin di Semarang dan daerah lain, serta 41 orang dari aksi demo tadi sore di Magelang,” kata Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima Borobudurnews, Jumat (9/10/2020).

Dia menjelaskan, Polda Jateng juga mencatat selama demo penolakan Omnibus Law sejak 7 hingga 9 Oktober 2020, 22 orang terluka. Dengan rincian, dari pihak polisi sebanyak 11 orang dan pendemo 11 orang.

”Imbas kerusuhan yang terjadi, fasilitas umum dan barang milik masyarakat juga mengalami kerusakan. Seperti pagar gedung DPRD Jateng, motor maupun mobil dinas kepolisian, pos lalu lintas hingga motor warga yang terparkir di sekitar lokasi demo tak luput dari aksi perusakan,” jelasnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa empat demonstran di Semarang disangka melanggar pasal 170, 212 dan 216 KUHP, ancaman hukuman 12 tahun penjara. Empat pendemo dari kalangan mahasiswa ini berinisial IAN, MAM, IRF, NAA, berasal dari kampus negeri maupun swasta di Semarang.

Loading...

Senada dengan sikap pemerintah, Iskandar menyatakan kepolisian akan menindak tegas setiap aksi demo yang anarkis. Sebab aksi itu bukan lagi penyampaian aspirasi, melainkan tindak kriminal yang harus dihentikan.

Sementara itu, Kepala Polda Jateng Inspektur Jenderal Polisi Ahmad Luthfi memantau langsung jalannya demontrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Artos Mall Magelang, Jumat (9/10/2020). Sempat terjadi kericuhan namun ia menyatakan hingga malam ini situasi telah terkendali.

”Tidak ada masyarakat yg boleh mengganggu dan merusak fasilitas umum. Sudah kami bubarkan dengan protap Kapolri mulai dari tim Dalmas Sabhara, sampai pasukan antihuru-hara Brimob karena eskalasi sudah meningkat anarkis. Yang jelas Polri tetap memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: