Sebanyak 17 Desa Di Borobudur Jadi Pusat Belajar Spiritual dan Kearifan Lokal

BNews–MAGELANG– Sebanyak 17 desa di kawasan Borobudur, akan menjadi tuan rumah kegiatan pembelajaran nilai-nilai budaya spiritual berbasis praktik. Dimana kegiatan tersebut akan dimulai dari bulan Maret hingga September 2022.

Desa-desa itu nantinya menjadi contoh, bagaimana pengembangan kearifan lokal bisa membawa manfaat untuk masyarakat secara lebih luas.

Direktur Direktorat Kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Kementrian Pendidikan Riset dan Teknologi; Sjamsul Hadi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun desa sejatinya berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal atau nilai-nilai budaya spiritual.

Menurutnya, Desa menjadi sumber belajar tentang kehidupan yang mengutamakan olah rasa dan nilai-nilai ke-Tuhan-an.

“Pembangunan desa tidak sekadar mengutamakan pembangunan fisik yang hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi semata, namun mengabaikan kelestarian alam dan hubungan sosial. Selain itu konsep pembangunan desa yang dilandasi budaya spiritual selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan rasa untuk berbagi kebaikan terhadap kehidupan,” ungkapnya melalui siaran pers pada wartawan usai kegiatan di Balkondes Ngargogondo, Rabu (2/3/2022).

Sepanjang tahun 2021 lalu, Direktorat Kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat melakukan penggalian dan penemuan kembali potensi budaya spiritual di desa-desa kawasan Borobudur. Tahun ini, bersama Eksotika Desa, kementrian akan kembali melakukan penguatan nilai-nilai budaya spiritual kepada masyarakat dengan berbasis praktik sehingga lebih mudah dipahami menjadi pegangan hidup.

“Harapan kami, pembelajaran nilai-nilai budaya spiritual berbasis praktik akan dilaksanakan di 17 desa di kawasan Borobudur; mulai dari bulan Maret hingga September. Spiritual seperti kejujuran, kepedulian, kebersamaan, kekeluargaan dan kesabaran merupakan contoh nyata konsep pembangunan yang berbasis pada hidup yang berkelanjutan,” sambung Syamsul.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI0

Topik-topik yang akan diangkat dalam kegiatan pembelajaran ini merupakan bagian ldari Objek Pemajuan Kebudayaan, seperti spiritual food heritage; kesenian rakyat, serta permainan rakyat dan olahrag tradisional. Melalui topik ini pemajuan kebudayaan diharapkan dapat berjalan selaras dengan pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Masyarakat desa yang bangga dengan jati diri budaya desanya merupakan karakter yang diperlukan dalam pembangunan berkelanjutan. Kami berharap, potensi desa-desa di sekitar Borobudur bisa dimaksimalkan dan membawa buah baik untuk masyarakat,” pungkasnya. (*/kr)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: