Sebelas Kepala Dinas/Badan di Pemkab Kendal Reaktif Usai di Rapid Test

BNews—KENDAL— Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Kendal. Sebelas kepala dinas dan badan Pemkab setempat reaktif usai menjalani rapid test.

Kini, mereka disiolasi di wisma atlet dan tidak diperbolehkan bertemu orang lain. Sembari itu, mereka telah dilakukan swab testZ

Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Mohammad Toha mengatakan, ke-11 Kepala OPD membenarkan hal itu. Mereka saat ini sedang menunggu hasil swab test. kemungkinan keluar hasilnya 3-4 hari lagi,” kata Mohammad Toha.

Namun, Toha tidak menyebutkan detail nama-nama 11 kepala OPD dan bertugas di organisasi mana yang dinyatakan reaktif tersebut. Toha mengatakan, mereka yang dinyatakan reaktif belum tentu positif Covid-19.

“Rapid test merupakan penyaringan awal saja untuk mengetahui kondisi tubuh. Apakah ada produksi imun dalam jumlah banyak atau tidak,” katanya.

Untuk mendiagnosa seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak, hasil pemeriksaan swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) lah yang digunakan. “Jadi hasilnya masih menunggu Swab Test yang hasilnya keluar 3-4 hari lagi,” katanya.

Menurut Toha, ke-11 kepala OPD tersebut sedianya akan dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) yang berada di Rusunawa Kebondalem. Tapi karena kondisinya sudah penuh, maka terpaksa diisolasi di Wisma Atlet yang sementara waktu ini tidak digunakan.

Loading...

“Di RSDC Kendal sendiri saat ini tengah merawat 36 pasien. Mereka merupakan hasil dari Rapid Test yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 jelang lebaran lalu. Enam diantaranya sudah pulang karena hasil Swab Test negatif,” ujar Sekda.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, rapid test diadakan karena kepala OPD sangat rentan mengingat aktivitasnya banyak berhubungan dengan masyarakat. Sehingga, harus dipastikan kondisinya sehat. 55 Kepala OPD yang menjalani rapid test adalah kepala dinas, kantor dan badan hingga 20 camat di Kendal.

“Kepala dinas hingga camat menurutnya banyak berhubungan dengan masyarakat. Sebab mereka OPD pelayanan masyarakat sehingga harus dipastikan kondisi sehat. “Kami diperintahkan oleh Bupati untuk melaksanakan rapid test,” kata Ferinando. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: