Guru Di Magelang ini Luncurkan 3 Buku Sastra Menarik, Berkah Pandemi
- calendar_month Jum, 31 Des 2021

Peluncuran Buku Sastra karya dua Guru di Magelang
BNews–MAGELANG– Akhir tahun 2021 semain dekat, dua guru madrasah meluncurkan tiga buku karya sastra yang berhasil ditulis. Buku ini lahir berkat pandemi Covid-19 yang memaksa kedua guru perempuan ini mengajar dari rumah dan memiliki waktu cukup luang untuk menulis.
Kedua guru ini adalah Yuniar Widati, guru Bahasa Inggris MTs Negeri 3 Magelang di Kecamatan Windursari; dan Yuni Dwi Wiratni, guru Bahasa Inggris MAN 1 Kabupaten Magelang (MAN Karet).
Yuniar meluncurkan dua buku, yakni “Di Ujung Rindu” dan “Friendzone”, sedangkan Yuni satu buku, “Semesta dalam Genggam Asmaul Husna”.
Bertempat di Balkondes Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (29/12), ketiga buku diluncurkan. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Zainal Fatah dan sejumlah kepala MTs serta MAN di wilayah Kabupaten Magelang.
Yuniar mengatakan, lahirnya kedua buku tersebut merupakan berkah dari adanya pandemi Covid-19. Sebab, ia memiliki cukup banyak waktu untuk menulis di sela kesibukannya mengajar melalui daring serta menjadi kepala perpustakaan sekolah setempat.
“Kedua buku ini merupakan buku saya yang ke-6 dan ke-7. Keduanya merupakan kumpulan cerpen yang saya tulis di masa pandemi. Cukup lama menulisnya, sekitar dua bulan. Bagi saya ini berkah pandemi, karena saya bisa menulis,” ujarnya di sela peluncuran.
Ia menjelaskan, buku “Di Ujung Rindu” bertemakan cinta dan persahabatan yang tidak akan pernah habis untuk diulik. Cerita ini terinspirasi dari kisah hidupnya sendiri dan teman-temannya yang terjadi dalam keseharian di sekitar lingkungan.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Semua orang adalah pangeran dan putri dalam kisah mereka sendiri. Kalau buku Friendzone temanya persahabatan yang tak lekang oleh waktu dan terselip pesan, bahwa dalam hidup ini tidak selalu hitam putih, selalu ada pilihan untuk tetap berbuat baik, walau ada kesempatan untuk memilih yang sebaliknya,” katanya.
Adapun buku “Semesta dalam Genggam Asmaul Husna” merupakan kumpulan puisi karya Yuni Dwi Wiratni alias B-Zun yang berisi sekitar 50 buah puisi. Puisi-puisi ini tercipta karena keresahan penulis pada apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan selama ini.
“Juga untuk menghadirkan kebesaran-Nya yang melekat erat pada setiap Asma-Nya. Juga keragaman nyata dari wujud Asmaul Husna serta betapa makna Hablum Minallah dan Hablum Minanas adalah gambaran nyata kepentingan seorang muslim dalam menyeimbangkan kelengkapan ibadahnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang, Zainal Fatah mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi terbitnya tiga buku karya guru madrasah ini. Lahirnya buku ini diharapkan memacu semangat guru lain untuk mengikuti proses kreatif mereka, dengan menghasilkan karya-karya terbaik.
“Kami sangat mendukung proses kreatif guru-guru madrasah ini. Bahkan, kami mendorong guru-guru madrasah lain untuk juga menelurkan karya tulisnya dalam bentuk buku. Mungkin banyak yang punya tulisan, tapi yang berani menerbitkan seperti kedua guru ini tidak banyak,” paparnya.
Menurutnya, buku-buku ini lebih dari sekedar karya inovatif pengembangan profesi guru dan pengembangan berkelanjutan, tetapi juga merupakan kontribusi positif bagi khasanah sastra Indonesia.
“Utamanya dalam mewujudkan Madrasah Mandiri Berprestasi. Semoga karya karya ini menjadi ladang dakwah sekaligus menggugah inspirasi kreatifitas bagi para guru dalam menebar ilmu,” tandasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar