SEDIH !! Korban Perampokan di Magelang Ternyata Pergi Hendak Melamar Sang Kekasih

BNews-MAGELANG– Di akhir tahun 2023, seharusnya menjadi momen yang bahagia bagi AGV (21). Karena dia berencana melamar kekasihnya di Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) pada hari Minggu (31/12/2023).

Namun, nasib buruk menimpanya ketika dia menjadi korban perampokan di tepi jalan di Kota Magelang, Jateng pada hari Sabtu (30/12/2023).

AGV adalah penduduk di Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

“Korban sebenarnya sedang menuju ke Wonosobo untuk melamar tunangannya. Tunangannya akan diadakan pada hari Minggu (31/12),” kata Kasatreskrim Polres Magelang Kota, AKP Samsudin dalam konferensi pers, pada hari Selasa (2/1/2024).

Kejadian ini dimulai pada hari Sabtu (30/12/2023) sekitar pukul 20.00 WIB, saat AGV berhenti di tepi jalan. Tempatnya tepat di depan rumah dinas Wakil Komandan Resimen Induk Komando Daerah Militer IV/Diponegoro di Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Kemudian seseorang mendekatinya dan merebut satu ponsel. Pelaku mengatakan bahwa cincin untuk pertunangannya tidak ikut dicuri.

Korban berusaha melawan sebelum akhirnya diserang oleh delapan kali tusukan pisau lipat di lengan, dada, dan pinggang kiri. Nyawanya tidak dapat diselamatkan meskipun dirawat di RSUD Tidar Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Polres Magelang Kota berhasil menangkap pelaku yang merupakan penduduk di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Utara. Pelaku tersebut adalah IYI (29) dan RG (18).

RG masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Samsudin menyatakan bahwa IYI membunuh AGV dalam rangka menguasai harta korban untuk membayar utang dan membiayai keluarganya. Pelaku mencari korbannya secara acak.

“IYI adalah residivis dalam kasus curas (pencurian dengan kekerasan) dan curat (pencurian dengan pemberatan). Dia sudah pernah masuk penjara lima kali (karena pencurian) di Kota Magelang,” ungkapnya.

Sedangkan RG berperan sebagai pengemudi motor. Dia hanya diminta oleh IYI untuk menemani keluar dan tidak mengetahui rencana tetangganya untuk melakukan pencurian.

IYI mengaku bahwa selama ini dia bekerja sebagai tenaga kebersihan di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmoloyo II. Dia mencuri untuk membayar utang senilai Rp 550.000.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 Ayat 4 tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka dihadapkan pada hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama 20 tahun. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: