Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sejumlah Mitos Jawa yang Sering Dipercaya Batalkan Pernikahan

Sejumlah Mitos Jawa yang Sering Dipercaya Batalkan Pernikahan

  • calendar_month Rab, 8 Nov 2023

BNews – MAGELANG – Pernikahan adalah hal yang sangat sakral bagi pasangan manusia. Tetapi pernikahan bisa gagal atau dibatalkan karena berbagai alasan, terkadang bahkan dikaitkan dengan mitos yang masuk akal atau tidak.

Banyak alasan yang masuk akal untuk kegagalan pernikahan, seperti jika salah satu pasangan ketahuan selingkuh atau mengungkapkan sifat buruknya. Dalam hal ini, adalah wajar jika pernikahan dibatalkan.

Namun, tidak jarang juga pernikahan gagal karena terkait dengan mitos atau kepercayaan masyarakat tertentu.

Setiap pasangan tentu menginginkan hubungan cinta mereka bisa berkembang menjadi pernikahan.

Tetapi bagaimana jika hubungan cinta Anda tidak berlanjut ke pernikahan hanya karena alasan-alasan yang terdengar tidak masuk akal? Ini tentu sangat menyakitkan.

Tips asmara kita kali ini akan membahas sejumlah mitos yang bisa menjadi penyebab kegagalan pernikahan. Kutipan dari berbagai sumber oleh borobudurnews.com.

Sebelum Anda memutuskan untuk serius dengan pasangan Anda, ada baiknya memperhatikan larangan-larangan ini terlebih dahulu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Weton

Weton sering digunakan sebagai ramalan berdasarkan perhitungan hari kelahiran dalam Kalender Jawa. Bagi masyarakat Jawa, saat akan melangsungkan pernikahan, perhitungan weton digunakan untuk menentukan kecocokan pasangan.

Berdasarkan perhitungan weton, dapat diprediksi nasib kehidupan pasangan tersebut. Mungkin pasangan tersebut berjodoh atau mungkin juga tidak cocok. Namun, jika perhitungan weton menunjukkan ketidakcocokan, beberapa masyarakat percaya bahwa pernikahan sebaiknya dibatalkan.

Posisi Rumah

Di beberapa daerah di Jawa, posisi rumah menjadi salah satu faktor penentu dalam pernikahan. Selain itu, ada juga mitos tentang arah rumah.

Masyarakat Jawa meyakini mitos “ngalor ngulon” (utara barat) sebagai pertanda buruk. Konon, calon pengantin yang rumahnya berada di arah “ngalor ngulon” dilarang menikah karena bisa membawa malapetaka dalam kehidupannya setelah menikah.

Pernikahan di Tahun Kabisat

Melaksanakan pernikahan di tahun kabisat dipercaya oleh orang-orang Jawa sebagai salah satu pantangan. Mereka yang mempercayai mitos ini meyakini bahwa menikah di tahun kabisat akan menyebabkan pasangan ini berpisah.

Kembar Buncing

Salah satu aspek dalam budaya tradisional Bali adalah kepercayaan akan kembar buncing. Kepercayaan ini menyatakan bahwa anak kembar laki-laki dan perempuan harus dinikahkan.

Karena percaya bahwa kelahiran kembar buncing akan membawa bahaya, maka anak-anak ini harus dinikahkan (incest) saat sudah tiba waktunya.

Tidak Boleh Menikah pada Tahun yang Sama

Ada kepercayaan dalam adat Jawa bahwa tidak boleh ada saudara yang menikah pada tahun yang sama. Salah satu di antara mereka harus menunda pernikahannya dan menikah dengan pasangan mereka pada tahun berikutnya.

Nikah di Bulan Sura

Masih dalam tradisi dan adat Jawa, menikah pada Bulan Sura juga sebaiknya dihindari. Bulan Sura atau Muharram dipercaya sebagai bulan keramat yang tidak boleh digunakan untuk pernikahan. Jika melanggar, bisa mendatangkan bencana bagi kedua keluarga yang menikah.

Pernikahan Siji karo Telu (Jilu)

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, anak pertama dan anak ketiga dilarang menikah. Jika pernikahan ini tetap berlangsung, beberapa masyarakat percaya bahwa kehidupan pasangan tersebut akan dihadapkan dengan banyak cobaan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less