Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sejumlah Wilayah Jawa Alami Suhu Dingin Juli-Agustus, ini Penyebabnya

Sejumlah Wilayah Jawa Alami Suhu Dingin Juli-Agustus, ini Penyebabnya

  • calendar_month Jum, 19 Jul 2024

BNews-NASIONAL- Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami penurunan suhu menjadi lebih dingin sepanjang Juli 2024. Suhu dingin itu mulai dirasakan sejak malam hari hingga pagi hari.

Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan, fenomena suhu dingin itu disebut dengan bediding yang dalam bahasa Jawa berarti perubahan suhu dingin yang sangat mencolok.

“Fenomena suhu dingin akan terus terjadi menjelang puncak musim kemarau di bulan Juli-Agustus,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com, Minggu (14/7/2024).

Diperkirakan, fenomena suhu lebih dingin dari biasanya itu akan terjadi hingga September 2024.

Lantas, mana saja wilayah yang mengalami suhu dingin sepanjang Juli-Agustus?

Menurut Guswanto, fenomena suhu dingin itu akan dirasakan wilayah bagian selatan ekuator atau khatulistiwa, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Namun, Pulau Jawa diperkirakan bakal terasa lebih dingin dari wilayah lainnya. Hal ini karena topografi wilayah tersebut.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

“Pulau Jawa akan lebih dingin karena bertopografi pegunungan atau dataran tinggi,” kata Guswanto, dilansir dari Antara.

Berikut wilayah dataran tinggi di Pulau Jawa yang mengalami suhu dingin lebih dari biasanya:

Banjarnegara Jawa Tengah di kawasan Dieng
Lumajang hingga Pasuruan, Jawa Timur di sekitar Gunung Semeru dan Gunung Bromo
Wonosobo dan Temanggung, Jawa Tengah di kawasan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing
Lembang Bandung, Jawa Barat.

BMKG memperkirakan, wilayah tersebut dalam beberapa waktu ke depan masih mengalami suhu dingin pada pagi hari, dengan titik minimumnya berlangsung pada malam hari.

Suhu dingin tersebut juga dipengaruhi oleh posisi Matahari yang sedang berada di belahan utara Bumi.

Akibatnya, wilayah Indonesia khususnya bagian selatan khatulistiwa menerima sedikit sinar Matahari secara langsung sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.

Penyebab suhu dingin di Pulau Jawa

Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan bahwa suhu dingin di Pulau Jawa terjadi karena adanya Angin Monsun Australia dan posisi Matahari yang berada di sisi utara Bumi.

“Angin Monsun Australia (Timur) yang kering dan membawa sedikit uap air tersebut saat ini berhembus menuju Benua Asia dengan melewati perairan Samudra Hindia,” terang Guswanto, masih dari sumber yang sama.

Di saat yang sama, analisis tim meteorologi BMKG menunjukkan, suhu permukaan laut di perairan Samudra Hindia dalam kondisi yang relatif lebih rendah. Hal ini berpengaruh membawa suhu dingin pada wilayah Indonesia.

Fenomena suhu dingin di puncak musim kemarau (Juli-Agustus) merupakan hal yang biasa terjadi. Diperkirakan, fenomena ini akan terjadi sampai September. (*)

KLIK BELI KAOS MURAH (KLIK DISINI)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less