Selundupkan Sabu 1 Kg dari Malaysia, Penjual Ikan asal Madura Ditangkap Polda Jateng

BNews—SEMARANG— Seorang penjual ikan asal Kabupaten Sampang, Madura berinisial W harus berurusan dengan kepolisian. Dirinya kedapatan menyelundupkan narkotika jenis sabu dalam plastik putih yang dibungkus kertas karbon hitam dalam mesin kipas angin gantung.

Aksi W terendus Tim Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang curiga dengan isi paket dari Malaysia expedisi JKS. Hal itu pun langsung ditindaklanjuti oleh Ditresnarkoba Polda Jateng dengan melakukan controlled delivery terhadap paket tersebut ke alamat tujuan di daerah Jawa Timur.

Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Lutfi Martadian menerangkan, hasil dari profiling, barang tersebut diuga merupakan narkotika amphetamine jenis sabu.

”Setelah petugas melakukan pengecekan, benar bahwa barang tersebut adalah narkotika jenis sabu,” katanya, saat pers rilis di Loby Kantor Direktorat Narkotika Polda Jateng, Senin (19/7/2021). 

Lutfi menjelaskan, tak membutuhkan waktu lama, petugas berhasil menangkap W termasuk mengamankan barang bukti. Saat paket dibongkar, ditemukan mesin kipas angin gantung yang didalamnya terdapat plastik berjumlah 13 buah yang dilapisi kertas karbon.

”Didalam paket-paket tersebut ada plastik dan beberapa butiran berwarna putih. Kita coba dengan alat tes dilapangan ternyata benar, barang tersebut adalah jenis Narkotika Golongan 1 amphetamine atau kita kenal dengan jenis sabu. Paket Narkotika jenis sabu tersebut seberat 1.002,21 gram,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lutfi memaparkan bahwa dari hasil pemeriksaan, diketahui W merupakan orang suruhan berinisal N. W disuruh untuk menerima dan menanda tangani resi penerimaan paket.

”N ini melarikan diri namun sudah kita terbitkan surat DPO dan akan kami tindaklanjuti dengan jajaran di wilayah Jawa Timur,” paparnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Tambah dia, rencananya bungkusan tersebut akan di distribusikan di wilayah Jawa dan Madura. ”Kita berkomitmen bersama untuk memberantas narkoba dalam bentuk apapun. Karena narkoba ini adalah musuh negara yang bisa membahayakan generasi penerus,” imbuhnya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPP BC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas Anton Martin menambahkan, barang haram tersebut dicurigai ketika melewati proses profiling di bandara.

“Yang namanya jaringan narkoba bisa dari mana-mana oleh karena itu kita kawal dari pintu masuk ke wilayah kita,”katanya.

W sendiri diancam dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp.8.000.000.000,00 (delapan milyar rupiah). (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: