Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bupati Grengseng Pamuji Ingatkan Kepala Desa: Jangan Takut Ambil Keputusan Demi Kemajuan Desa!

Bupati Grengseng Pamuji Ingatkan Kepala Desa: Jangan Takut Ambil Keputusan Demi Kemajuan Desa!

  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025

BNews—MAGELANG— Desa menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah. Keberhasilan pembangunan desa akan sangat menentukan kemajuan Kabupaten Magelang secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi program penghargaan pemuda berprestasi dan pembinaan pengelolaan keuangan desa di Gedung TEA Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala desa dan anggota BPD dari enam kecamatan, yakni Mertoyudan, Mungkid, Tempuran, Borobudur, Salaman, dan Candimulyo.

Dalam arahannya, Bupati Grengseng menegaskan bahwa desa merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di tingkat paling bawah. Karena itu, setiap kebijakan pemerintah pusat pada akhirnya akan bermuara di desa.

“Kliru kalau sementara orang berpikir desa dipinggirkan, desa tidak mempunyai kewenangan atau apapun, kliru,” tegas Grengseng Pamuji.

Ia menambahkan bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan publik yang dipilih langsung oleh masyarakat. Untuk menurunkan seorang kepala desa dari jabatannya, hanya ada tiga alasan sah, yaitu meninggal dunia, mengundurkan diri, atau terjerat kasus tindak pidana korupsi yang telah memiliki keputusan hukum tetap.

Bupati juga mengingatkan agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lebih berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi proses pemerintahan desa, terutama menjelang tahun politik dan Pilkades serentak.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Ini menjadi catatan kita kalau misalnya mulai detik ini ke depan banyak laporan tentang kepala desa, mohon maklum, karena sebentar lagi akan ada Pilkades,” ujarnya.

Meski demikian, Grengseng mengimbau para kepala desa agar tidak takut mengambil keputusan konstruktif demi kemajuan desa, asalkan dilandasi niat baik dan administrasi yang tertib serta akuntabel.

Ia juga berpesan agar BPD berfungsi sebagai pengawas dan mitra pemerintah desa dalam menjaga harmoni di masyarakat. Menurutnya, tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan jalur hukum, melainkan bisa dimusyawarahkan di tingkat desa.

“Saya berharap kita semua bisa membangun Kabupaten Magelang ini dengan konsepsi berpikir yang konstruktif,” tegasnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Grengseng juga meminta seluruh kepala desa mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Magelang dengan menyesuaikan program kerja berdasarkan skala prioritas, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran desa secara transparan, terencana, dan berorientasi pada pembangunan yang dapat langsung dirasakan masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara perangkat desa, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan perlu terus ditingkatkan guna menjaga kondusifitas wilayah.

Menurutnya, stabilitas dan keamanan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Dengan terjaganya kondusifitas masyarakat maka roda perekonomian akan berjalan dengan baik. Jika suasana aman, investor pun akan semakin banyak datang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen membangun generasi muda yang cerdas, berkualitas, dan berdaya saing.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah pelaksanaan program penghargaan bagi pemuda berprestasi; sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Magelang Nomor 73 Tahun 2023 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas; fungsi, dan tata kerja Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga.

Program ini juga merupakan bagian dari prioritas Sapta Cipta Bupati “Pinter Ngaji, Pinter Sekolah Bocahe”; yang menekankan pentingnya pendidikan dan spiritualitas sebagai dasar pembangunan daerah.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pemuda yang sedang menempuh pendidikan tinggi, termasuk pendidikan tinggi keagamaan, pada semester pertama tahun berjalan. Mereka yang telah menerima penghargaan di tahun sebelumnya juga dapat melanjutkan bantuan jika masih memenuhi syarat.

Bentuk penghargaan berupa bantuan biaya pendidikan sebesar Rp10 juta untuk dua semester, yang akan diberikan setiap semester.

“Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kuantitas sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas; memperluas kesempatan belajar, serta meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi guna mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Magelang,” beber Mulyanto. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less