Sensasi Makan Diatas Wisata Getek Bambu di Borobudur

BNews—WISATATerdapat destinasi wisata baru di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Objek wisata tersebut bernama wisata Gethek Bambu.

Wisata yang berada di Kali Progo ini menawarkan sensasi mengarungi sungai menggunakan angkutan tradisional yakni gethek yang terbuat dari bambu. Destinasi ini baru diresmikan pada 18 Agustus 2020 lalu.

Pengelola wisata, Hani Prasetya, mengatakan bahwa para pengunjung dapat merasakan sensasi melihat sunset dari atas gethek. Kemudian juga dapat menikmati berbagai makanan diatas gethek yang mengapung di Kali Progo.

”Pengunjung dapat menikmati sunrise di Tempuran Belan dan ngecamp. Dari sini (Gethek Bambu) pengunjung juga bisa menuju ke wisata Kulon Deso,” katanya, hari ini (12/9/2020).

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Selain itu, pengunjung yang memiliki hobi bersepeda juga bisa memanfaatkan gethek ini untuk menuju ke Progowati. Wisata Gethek Bambu ini beroperasi setiap Hari Senin-Kamis mulai pukul 08.00-17.00 WIB dan Sabtu-Minggu mulai pukul 07.00-17.00WIB.

”Khusus untuk Hari Jumat, kami tutup. Namun bila ada reservasi, kami bisa melayani pada sore hari,” imbuh Hani.

Loading...

Dia menjelaskan, bagi pengunjung yang datang cukup membayar biaya parkir dan wahana getheknya. Untuk menaiki gethek, dikenakan biaya per paketnya Rp 30 ribu dengan maksimal enam orang.

”Bila lebih dari enam orang, dikenakan Rp 7 ribu per orangnya. Sementara ini baru ada dua gethek yang beroperasi yakni untuk kapasitas tujuh orang dan 15 orang.  Satu kali trip/putaran jangka waktunya sekitar 20 menit,” jelas nya.

Lanjut Hani, untuk parkirnya dikenakan harga yang terjangkau yakni mulai dari Rp 1 ribu bagi sepeda, Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan mobil Rp 5 ribu. Para wisatawan juga bisa menikmati sensasi makan di atas gethek.

”Untuk makanan, ada beberapa paket menu seperti mie ayam atau bakso batok, dengan harga berkisar Rp 25 ribu. Kemudian ada ingkung ayam kampung yang dibandrol harga Rp 100 ribu. Selain itu ada menu lainnya seperti soto dan lotek dengan harga Rp 5-10 ribu saja,” ujar dia.

Khusus untuk menu paket makanan (mie ayam/bakso batok dan ingkung ayam kampung), lanjut Hani, pengunjung harus memesan terlebih dahulu. Maksimal satu hari sebelum kedatangan. Pengunjung dapat memesan melalui akun media sosial Facebook dan Instragram @Wisatagethekbambu atau menghubungi nomor 0856-4383-7619 (Hani Sasetya).

”Sebenarnya pengunjung juga bisa memesan langsung saat tiba dilokasi namun harus sabar karena kami perlu waktu untuk mempersiapkannya. Menu yang bisa dipesan kecuali ingkung ayam kampung,” ungkapnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Hani menyebut ide pembuatan destinasi wisata Gethek Bambu ini bermula ketika pandemi Covid-19. Meskipun dulu sekitar tahun 2010, sempat ada namun tidak bertahan lama karena terdampak erupsi Merapi.

”Karena ada pembatasan wilayah kemudian timbul keinginan untuk membuat gethek dari bambu. Awalnya hanya untuk kegiatan para pemuda di sini, lantas muncul ide untuk memperkenalkan gethek kepada masyarakat luas yang mungkin belum mengetahui bentuknya,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: