Di Magelang, Mensos Kunjungi Panti Rehab Anak-anak Nakal

BNews—SALAMAN— Menteri Sosial Juliari P Batubara mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Antasena di Salaman Kabupaten Magelang. Dalam kesempatan itu, Mensos berjanji akan memperhatikan anak anak yang behadapan dengan hukum dan masalah sosial itu.

Disambut Marching Band anak-anak Antasena, Mensos Nampak begitu santai. Dia kemudian mengajak mereka berbincang-bicang.  

Di sela-sela cengkrama, Mensos menyelipkan nasihat dan motivasi agar tidak pernah putus asa dan terus bersemangat untuk mengembangkan diri. Menurutnya, roda kehidupan itu berputar.  “Pengalaman masa lalu yang kalian alami, tinggalkan dan jangan diulangi lagi,” pesannya.

“Saya tidak ingin lagi bertemu dengan kalian jika berkunjung lagi ke sini,” tandasnya.

Dia berharap mereka hendaknya bisa keluar dan berbaur kembali dengan masyarakat secara baik dalam waktu tidak terlalu lama.

Di sisi lain, Mensos menekankan agar keluarga dan orangtua berperan lebih kuat dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang bagi anak.

Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan mulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama anak.  “Monitoring akan tetap dilakukan setelah mereka kembali ke keluarga, tapi tanggung jawab sudah ada pada keluarga,” kata Mensos.

Dalam kunjungan ini, Mensos sengaja berkeliling balai untuk melihat sarana dan prasarana dan kegiatan anak-anak.  Mulai dari asrama putra dan putri hingga ruang terapi musik (ruang band dan karawitan).

Dia juga meninjau berbagai kegiatan terapi penghidupan  seperti bengkel otomotif, kerajinan kayu, salon, juga instalasi Usaha Ekonomi Produktif yang banyak dikunjungi masyarakat luar. 

Dalam kesempatan itu, Mensos berjanji akan melakukan sejumlah perbaikan. Ia menginginkan agar balai rehabilitasi sosial ini dikembangkan menjadi balai modern yang berwawasan Inklusi, Terpadu dan Berstandar Internasional (ITBI).

Dirjen Rehsos Edi Suharto menambahkan, tahun 2019 BRSAMPK Antasena Magelang telah memberikan rehabilitasi sosial lanjut kepada 702 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) AMPK. 

Selain Rehabilitasi Sosial Tingkat Lanjut, Fungsi UPT balai/lokal rehabilitasi sosial adalah sebagai koordinator program regional, ‘outreach centre’, pusat respon kasus dan intervensi krisis, lembaga percontohan, penguatan layanan rehabilitasi sosial, dan pusat pengembangan model layanan. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: