Sering Tekan Snooze Alarm Saat Bangun Tidur? Ini Bahayanya

BNews—KESEHATAN— Memencet tombol snooze atau tunda pada alarm jadi hal yang hampir pasti Anda lakukan pada pagi hari agar bisa mendapat tambahan waktu tidur, meski cuma beberapa menit. Meski kesannya sepele, ternyata kebiasaan pakai snooze alarm bisa mengganggu kesehatan, lho.

Tubuh memiliki beberapa mekanisme agar Anda bisa bangun tidur kemudian beraktivitas pada pagi hari. Salah satunya adalah dengan memanaskan suhu inti tubuh Anda, agar Anda merasa lebih waspada dan tidak mengantuk. Kondisi ini akan dimulai sekitar 2 jam sebelum tubuh merasa siap untuk bangun.

Jika Anda tidak cukup tidur, tempat tidur terasa sangat nyaman. Bangun pun menjadi sangat sulit. Pada dasarnya tubuh memiliki siklus tidur, yang terus berputar antara tidur non-REM dan tidur REM.

REM sendiri adalah rapid eye movement, yaitu masa Anda tertidur cukup pulas, tetapi otak Anda sedang bekerja aktif. Oleh karena itulah mimpi, mengigau, atau tidur sambil berjalan biasanya terjadi pada fase tidur ini.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Sementara pada fase tidur non-REM, otak sedang bersiap untuk beristirahat. Non-REM masih dibagi jadi tiga tahap, yaitu tidur ayam (setengah sadar), menjelang tidur pulas, dan tidur pulas (tidur yang sangat dalam).

Nah, jika alarm bunyi saat Anda berada pada fase non-REM yang sangat dalam, Anda akan merasa semakin berat untuk bangun. Bahkan Anda bisa merasa linglung, uring-uringan, dan kurang enak badan.

Tubuh memerlukan beberapa saat untuk menyiapkan diri bangun dari tidur, alias memotong siklus tidur. Semakin sering Anda menunda waktu bangun, tubuh akan berpikir, “Aduh, alarm ini salah dan sepertinya aku bisa kembali tidur”.” Akhirnya dengan mudah Anda akan memilih opsi snooze atau bahkan tidak menghiraukan bunyi alarm Anda sama sekali.

Setelah memencet tombol snooze alarm dan tidur lagi, maka tubuh akan mengulangi siklus tidur ini lagi dari awal. Beberapa menit kemudian alarm bunyi lagi dan Anda akan sangat terkejut.

Ini bukan respons alamiah Anda untuk bangun. Rasa terkejut dan uring-uringan ini disebut dengan inersia tidur, menurut jurnal Sleep medicine reviews.

Inersia tidur atau sleep inertia adalah perasaan uring-uringan, terkejut, dan diorientasi yang muncul ketika Anda terbangun dari tidur yang sangat pulas.

Lalu jika Anda tetap mengundurnya lagi, tubuh akan semakin bingung dengan siklus tidur Anda. Alhasil, kebiasaan ini membuat tubuh seolah-olah merasa bebas tidur selama apa pun.

Bahkan, sebagian orang ada yang baru bangun hingga 2-4 jam dari waktu alarm aslinya. Sebab, tubuh tidak tahu kapan sebenarnya harus bangun dan kapan harus tidur.

Sering kali menunda bangun tidur, bisa membuat Anda kesiangan. Namun, efek buruknya tidak hanya itu saja. Anda mungkin saja mengalami beberapa dampak buruk lain, seperti:

Tubuh kurang segar saat bangun

Ketika Anda tidur-bangun-tidur-bangun untuk mematikan alarm, Anda bisa bangun dengan kurang segar. Hal ini berkaitan dengan hormon dalam tubuh.

Ketika tubuh memulai untuk bangun, hormon tidur yakni melatonin secara ilmiah akan menurun, sedangkan hormon kortisol sebagai hormon yang penyemangat menjadi meningkat. Regulasi ini bisa terjadi karena adanya kerja sama antar zat-zat kimia dalam otak yakni serotonin, dopamin, dan adrenalin.

Nah, ketika seseorang menunda bangun dengan mengundur-ngundur waktu alarm, otak akan bingung kapan waktu perubahan bangun dan tidur seharusnya.

Alhasil, tubuh tidak terpacu dengan regulasi hormon kortisol yang harusnya meningkat dengan optimal. Efek segar atau bersemangat saat bangun jadi lebih rendah dari yang seharusnya.

Kualitas tidur Anda berkurang

Tujuan tidur adalah bisa memberikan pemulihan optimal pada tubuh setelah beraktivitas sehari-hari. Agar esok hari tubuh lebih segar dan bertenaga.

Namun, ketika Anda tidur-bangun-tidur-bangun untuk memencet snooze alarm, tubuh Anda tidak benar-benar istirahat. Waktu istirahat Anda terpotong-potong sehingga pemulihan tubuh pun tidak seoptimal orang yang tidur nyenyak dan langsung bangun ketika memang sudah waktunya.

Mengganggu rutinitas pagi

Keseringan mengundur waktu bangun juga bisa mengganggu rutinitas pagi, misalnya buang air besar pada pagi hari. Khususnya bagi beberapa orang yang memang memiliki siklus setiap pagi selalu buang air besar.

Idealnya, ketika Anda bangun ini akan memicu gerakan otot dalam sistem pencernaan untuk semakin aktif memindahkan makanan keluar tubuh.

Namun, ketika Anda menunda-nunda waktu bangun dengan tidur lagi dan tidur lagi, tubuh tidak mendapatkan sinyal untuk memicu gerakan otot sistem pencernaan menjadi lebih aktif ini memindahkan sisa makanan keluar tubuh. Alhasil, ini dapat mengubah siklus buang air besar Anda. (*)

Sumber: hellosehat

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: