Serunya Belajar Pengolahan Sampah di TPS3R Wringputih Borobudur

BNews–MAGELANG– Suasana tampak berbeda di Tempat Pengolahan Sampah – Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Wringinputih Borobudur Magelang (14/9/2022). Lokasi tersebut untuk kesekian kalinya dikunjungi ratusan pelajar sekolah menah pertama (SMP).

Kali ini yang datang adalah ratusan pelajar dari SMP Negeri 1 Tempuran Kabupaten Magelang. Mereka datang dalam rangka mengaplikasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Kurikulum Merdeka Belajar. Khusunya program Kelola Sampah Sekolah Indah (Lampah Sedah)

Musyafari kepala TPS3R Wringinputih Borobudur mengatakan bahwa hal ini merupakah harapannya selain pengolahan sampah saja. Namun tentang pendidikan atau nilai edukasinya.

“Jadi disini tidak hanya fokus pengeloaan sampah saja, namun nilai edukasinya juga harus ada. Karena jika pendidikan sejak dini dilakukan maka kedepan akan mudah, soal pengolahan sampahnya,”katanya.

Ia menyebutkan para pelajar di TPS3R Wringinputih tersebut dibagi 10 kelompok untuk diberikan edukasi. “Ada 10 materi, mulai pemilahan, POC, Pupuk Padat, Magot, Ayam, Lele, tanaman rempah; Kriya, penanaman polyback dan lainnya. Jadi tidak hanya pengelolaan sampah tetapi hasilnya, manfaatnya dan risikonya,” paparnya.

Senada disampaikan Kasi Pemerintah Desa Wiringinputih Komaeri yang turut hadir di lokasi. Ia  menambahkan bahwa TPS3R ini tidak hanya fokus pengolahan saja, namun juga edukasi.

“Tentuya dengan salah satu program seperti wisata edukasi pengolahan sampah ini kita mendukung sepenuhnya. Jadi memanfaatkan lahan yang ada ini, selain jadi pengolahan sampah juga menerapkan hasilnya seperti pupuk, magot dan lainnya,” tambahnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Sekolah SMP N 1 Tempuran Badrun Munir membenarkan bahwa kegiatan tersebut pengaplikasikan P5.  “Jadi implikasinya ini seperti peduli lingkungan, kewirausahaan, dan pengolahan sampah,” katanya.

Ditanya kenapa memilih TPS3R Wringinputih, Ia mengaku karena lokasnya tidak terlalu jauh dari sekolah. “Jadi kalau ada yang dekat untuk belajar ya kita utamakan dulu. Secara efisiensi juga diperhatikan,” imbuhnya.

Badrun mengungkapkan kali ini ada 220 siswa kela VII yang ikut serta. “Karena materi P5 dikelas VII, jadi kita fokus kelas tersebut. Meskipun nantinya kalau sudah disekolah mereka akan mempresentasikan hasil laporan kegiatan ini kepada lainnya,” ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut selain implikasikan P5 juga menumbuhkan karakter anak akan pentingnya pengolahan sampah. “Kita di Sekolah juga memiliki tantangan dalam pengelolaan sampah. Sehingga nantinya ada kebersamaan dan kesadaran mengelola sampah hingga memanfaatkannya,” harapnya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!