TERUNGKAP !! Alasan Suku Baduy Dalam Tidak Mau Menerima Layanan Internet
- calendar_month Sel, 13 Jun 2023

Suku Baduy Dalam tidak mau internet
BNews–NASIONAL– Salah satu suku di Indonesia, Suku Baduy, meminta pemerintah Indonesia untuk mematikan koneksi internet di wilayah mereka.
Hal ini disampaikan oleh Pemimpin Lembaga Adat Baduy, Desa Kanekes, pada Jumat lalu, (09/06) dalam sebuah surat yang dikirimkan ke Bupati Lebak, Banten.
Dilansir dari berbagai sumber, terdapat dua poin permohonan yang diminta dalam surat tersebut. Antara lain, penghapusan sinyal dan pembatasan konten dan aplikasi yang memberikan dampak negatif untuk masyarakat wilayah mereka.
Poin pertama, warga Suku Baduy memohon penghapusan sinyal internet dan pengalihan pemancar sinyal agar tidak diarahkan ke wilayah Tanah Ulayat Baduy.
Nantinya, Tanah Ulayat Baduy diharapkan bisa bersih dari sinyal internet atau menjadi blank spot area internet. Saat ini, terdapat 2 tower pemancar sinyal di daerah Baduy, yaitu Cijahe dan Sobang, yang mana keduanya memancar ke arah Tanah Ulayat Baduy.
Poin kedua, warga Baduy juga meminta pemerintah untuk membatasi, mengurangi dan juga menutup aplikasi, program dan konten negatif di jaringan internet yang bisa mempengaruhi moral generasi bangsa.
Dikutip dari Kompas.com, Senin, (12/06), Saija selaku Kepala Desa Kanekes, mengatakan bahwa permohonan; merupakan upaya untuk memperkecil pengaruh negatif dari penggunaan internet terhadap warganya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Permintaan penghapusan internet ini sendiri diutamakan untuk wilayah Baduy Dalam yang terdiri 3 kampung, yaitu Cikeusik, Cibeo dan Cikartawana.
Sementara untuk wilayah Baduy Luar, penggunaan dan akses internet masih diperlukan untuk berbagai aktivitas; seperti bisnis online dan akses untuk menghubungi pihak luar seperti pemerintah.
Permohonan ini disambut baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rismahyadin. Imam mendukung permohonan sinyal internet di Baduy untuk mempertahankan kearifan lokal Suku Baduy; dan akan membahas lebih lanjut soal hal ini dengan para stakeholder terkait. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar