Siang Bolong, 2 Pasangan Tak Resmi Terjaring Operasi Pekat di Kota Magelang

BNews—MAGELANG— Dua pasangan tak resmi dan tiga orang tanpa identitas terjaring tim gabungan dari Satpol PP Kota Magelang, TNI, Polres Magelang Kota dan lainnya. Mereka diamankan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah hotel kelas melati, Senin siang (30/11/2020).

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Magelang, Heri Pracahya mengatakan, operasi digelar untuk menciptakan ketertiban selama selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan.

Dia menjelaskan, saat melakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel kelas melati, pihaknya menemukan sepasang kekasih yang mengaku telah nikah siri. Namun, keduanya tidak bisa menunjukkan buktinya.

Sementara itu warga yang terjaring yakni RS, 18; BI ,39; DA ,29; SU, 38; EW, 25; SL, 39; dan PS, 45. Heri merasa prihatin lantaran salah satu dari yang terjaring itu masih berstatus sebagai pelajar mahasiswa.

”Mereka langsung kami giring ke kantor dan diberi pembinaan,” tandasnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Usai dilakukan pendataan dan pembinaan, pasangan tidak resmi diminta untuk membuat surat pernyataan termasuk dengan mereka yang tak membawa tanda pengenal. ”Razia ini menjadi upaya kami untuk mencegah perbuatan serupa dilakukan mereka lagi,” ungkapnya seperti dikutip Magelang Ekspres.

Lanjut Heri, mereka yang terjaring dinilai telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Nantinya apabila mereka kedapatan melakukan hal serupa, maka tak menutup kemungkinan bisa ditindak pidana ringan (tipiring).

”Dasar kami adalah surat pernyataan yang mereka tanda tangani. Jadi kalau tertangkap lagi ya tentu sanksinya lebih berat,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengungkapkan, razia pekat tersebut dilaksanakan dalam rangka menciptakan suasana kondusif di kota Magelang. Selain itu, untuk mengantisipasi para pelajar yang keluyuran.

”Kami komitmen akan terus menggencarkan razia demi mewujudkan Kota Magelang yang kondusif. Karena adanya pelanggaran norma susila ini, sangat meresahkan warga dan mencoreng Kota Magelang tentunya. Terlebih lagi, sekarang masih pandemi, semua harus menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: