Simak Syarat dan Teknis Pelaksanaan Umrah Khusus Jemaah Indonesia

BNews—NASIONAL— Kementerian Agama (Kemenag) saat ini sedang membahas serangkaian teknis kembali dibukanya pelaksaan umrah bagi jemaah asal Indonesia. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nur Arifin mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan teknis pemberangkatan umrah.

”Saat ini kami sedang mempersiapkan teknis pemberangkatan umrah. Misalnya koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk standarisasi sertifikat vaksin dan standarisasi PCR,” kata Arifin, Senin (18/10).

”Juga integrasi peduli lindungi dengan tawakalna milik Saudi. Termasuk juga tentang karantina dan protokol kesehatan lainnya,” sambungnya.

”Setelah permasalahan teknis selesai maka kami akan menyempurnakan regulasi tentang Pedoman umrah di era pandemi dan referensi biaya umrah di era pandemi, menyempurnakan regulasi yang sudah ada,” lanjutnya.

Ia menyebutkan bahwa kelompok yang diprioritaskan untuk berangkat umrah adalah jemaah yang tertunda keberangkatannya. Dan jemaah yang memenuhi persyaratan protokol kesehatan serta administrasi lainnya.

”Kelompok yang diprioritaskan berangkat adalah jamaah umrah yang tertunda dan siap berangkat dengan protokol kesehatan serta biayanya,” sebutnya.

Arifin menjelaskan secara keseluruhan total jemaah umrah asal Indonesia yang belum diberangkatkan sebanyak 59 ribu lebih. ”Saat ini yang sudah daftar umrah belum berangkat ada 59 ribu lebih,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa jemaah umrah harus sudah divaksin sebanyak dua kali dengan jenis vaksin yang diakui oleh Arab Saudi. ”Syarat jemaah yang berangkat harus sudah divaksin dua kali dengan vaksin yang diakui Arab Saudi, yaitu Astrazaneca, Pfizer, Johnson and Johnson, dan Moderna. Sinovac dan Sinovarm sudah diterima Saudi tetapi harus di booster,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia sedang berupaya negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi agar calon jemaah yang menggunakan vaksin Sinovac dan Sinovarm agar tidak perlu melakukan booster.

”Namun pemerintah RI masih melakukan diplomasi agar tidak usah di booster. Karena rasanya tidak adil ketika masih banyak rakyat Indonesia belum divaksin sama sekali sementara ada sebagian mau divaksin tiga kali,” pungkasnya. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: