Keren! Siswa SD Muhammadiyah 1 Muntilan Tak Lagi Pakai Plastik Sekali Pakai
- calendar_month 19 menit yang lalu

Program Aksi Janaka SD Muhammadiyah 1 Muntilan Gelar Pelatihan Mengolah Kompos Pakai Drum Komposter
BNews-MAGELANG– SD Muhammadiyah 1 Muntilan, Kabupaten Magelang, terus memperkuat budaya peduli lingkungan melalui berbagai program pengelolaan sampah. Salah satunya dengan menyelenggarakan pelatihan pengelolaan kompos menggunakan drum komposter sebagai bagian dari dukungan terhadap program Aksi Janaka (Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata) menuju Sekolah Adiwiyata.
Kegiatan yang digelar di aula sekolah tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Muntilan, Nur Fazanah, mengatakan sekolah selama ini telah menerapkan berbagai upaya pengurangan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai.
Menurutnya, kantin sekolah kini telah menerapkan kebijakan bebas plastik sekali pakai sehingga para siswa dibiasakan membawa wadah makan dan minum yang dapat digunakan kembali saat berbelanja di lingkungan sekolah.
“Di SD Muhammadiyah 1 Muntilan, sampah plastik sudah sangat minim karena kantin telah menerapkan kebijakan bebas plastik sekali pakai. Setiap membeli makanan atau minuman, murid menggunakan wadah dan tumbler guna ulang,” jelasnya, Kamis (25/6/2026).
Nur Fazanah menambahkan, pelatihan pengelolaan kompos menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Melalui program tersebut, sekolah berharap dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab sekaligus mendukung tercapainya predikat Sekolah Adiwiyata.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menilai sinergi antara sekolah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aktif, mandiri, dan berbudaya lingkungan.
Sementara itu, narasumber dari DLH Kabupaten Magelang, Wakhidah Kurniawati, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut difokuskan pada optimalisasi pengelolaan sampah organik yang dihasilkan di lingkungan sekolah.
Sampah organik yang dimaksud antara lain berasal dari sisa sapuan daun dan material organik lainnya yang selama ini menjadi bagian; dari limbah harian sekolah.
Menurutnya, pemanfaatan drum komposter dapat menjadi solusi sederhana dan efektif untuk mengolah sampah organik menjadi kompos; yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang.
“Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan sampah organik, khususnya sisa sapuan daun di halaman sekolah,” terangnya.
Dengan pengelolaan yang tepat, sampah organik yang sebelumnya menjadi limbah dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna; dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Dengan memanfaatkan drum komposter, sekolah dapat mengubah limbah organik menjadi kompos yang bernilai guna dan mendukung; terciptanya lingkungan yang bersih serta berkelanjutan,” ungkap Wakhidah Kurniawati.
Melalui pelatihan ini, SD Muhammadiyah 1 Muntilan berharap dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat terwujudnya Sekolah Adiwiyata yang mampu membangun karakter peduli lingkungan sejak usia dini. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar