Status Darurat Bencana Ditetapkan di Magelang

BNews—PAKIS—Pemkab Magelang tetapkan Status Darurat Bencana di wilayah Kabupaten Magelang selama 14 hari. Hal ini disebabkan angin kencang yang melanda kawasan lereng gunung Merapi, Merbabu dan Sumbing.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Magelang saat ini telah menetapkan status darurat atas bencana yang melanda beberapa wilayah di Magelang selama dua hari ini. “Status darurat itu harus kita tetapkan agar kita segera bisa menangani bencana ini dengan cepat. dengan status darurat ini, secara regulasi kita bisa melakukan langkah-langkah yang strategis,” kata, Zaenal disela-sela meninjau para korban bencana di tempat pengungsian Pogalan, Pakis, Senin (21/10).

Advertisements


Sebelumnya diberitakan hingga pukul 19.00 WIB hari Senin (21/10) pengungsi berada di Balai Desa Ketundan dan masjid-masjid di Kecamatan Pakis.Untuk jumlah pengungsi kurang lebih sebanyak 853 KK dengan jumlah 2.682 jiwa. Sementara 94 jiwa tercatat telah mengungsi di Balai Desa Pogalan.


“Tentu kami selaku Pemerintah sangat prihatin dengan terjadinya bencana ini. Kami juga sangat mengapresiasi atas sinergitas dan kesigapan para personel baik TNI, POLRI, dan para relawan yang telah membantu proses assasment dan evakuasi warga,” ungkap, Zaenal.

Selain itu, di Kecamatan Sawangan juga terjadi kerusakan di 26 rumah warga. Di Kecamatan Kajoran 50 rumah rusak ringan, Kecamatan Ngablak 50 rumah rusak ringan, Kecamatan Tegalrejo 12 rumah rusak ringan, Kecamatan Srumbung dan Dukun banyak pohon tumbang yang menutupi akses jalan.

Sementara menurut, Kepala Unit BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan bahwa, fenomena angin puting beliung memang kerap terjadi terutama di masa-masa perubahan musim. “Biasanya angin puting beliung ini hanya berlangsung sebentar saja, terutama di masa-masa perubahan musim. Tetapi anehnya ini terjadi selama dua hari belakangan ini. Maka sedang kami konsultasikan dengan BMKG,” ungkapnya.

Terkait bencana tersebut, pihaknya akan menggelar rapat khusus bersama seluruh dinas terkait. Hal tersebut untuk menentukan arah kebijakan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Pemkab Magelang melalui BPBD Kabupaten Magelang juga menetapkan status darurat yang akan berlaku selama kurang lebih 14 hari kedepan. “Tadinya kita akan tetapkan status darurat selama 3 hari. Namun kondisinya tidak memungkinkan karena proses assasment saja butuh waktu 3 hari sendiri. Belum nanti logistik dan lain-lain,” paparnya.

“Kami himbau masyarakat yang terdampak bencana untuk sementara waktu tetap di penampungan, sambil menunggu arahan selanjutnya dari para petugas,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: