Sopir Truk dan Penambang Magelang Tolak Kenaikan Pajak Pasir Merapi

BNews-MUNTILAN– Kenaikan Pajak Mineral Bukan Logam sebesar tiga kali lipat mendapat reaksi dari sejumlah pihak. Penambang dan sopir angkutan, menolak diberlakukannya kenaikan tersebut.

Pengurus Paguyuban Jaringan Pengemudi Angkutan Pasir Magelang Raya Truk Erfin menilai kebijakan tersebut terlalu memberatkan. Terutama bagi pengemudi truk pasir, penambang dan pengusaha di Kabupaten Magelang.

“Maka dengan ini kami mengajak kepada segenap komponen pengemudi, penjual dan pengusaha pasir di Kabupaten Magelang untuk melakukan aksi penolakan kebijkan tersebut di halaman Pemkab Magelang,” katanya melalui broadcast massage.

Aksi tersebut akan dilakukan untuk menolak kebijakan Pemkab Magelang yang menaikkan besaran pajak pasir. “Kita akan melakukan aksi penolakan,” papar dia.

Pembina Paguyuban Penambang Manual “Punokawan” Anang Imamuddin menuturkan kebijakan itu akan berdampak buruk di sektor ekonomi dibidang pertambangan pasir. Karena, dampak yang ditimbulkan bakal sistemik. “Jelas ini akan memberatkan pelaku usaha dibidang pertambangan pasir. Baik pengemudi truk, penjual pasir, pelaku penambangan legal seperti kita,” kata dia, kepada borobudurnews.com, kemarin.

Menurutnya, pajak yang saat ini diterapkan saja, sudah sangat memberatkan. Apalagi, jika ada kenaikan hingga tiga kali lipat. “Kita melihat ada sikap inkonsistensi dari Pemkab Magelang. Mereka berbaik baik dengan kita ketika ada maunya. Tapi saat tercapai tujuanya mereka lupa sama komitmennya,” sindir Anang.

Sikap inkonsistensi Pemkab Magelang juga ditunjukkan ketika marak penambangan illegal di wilayahnya. Dimana, pemerintah dianggap diam saja dan terkesan cuek. “Harusnya seimbang. Misalkan ada kenaikan pajak juga aspek penegakan hukumnya dilakukan. Jangan ada pembiaran,” papar dia.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Magelang bakal menaikkan pajak mineral bukan logam hampir tiga kali lipat. Kenaikan akan diterapkan mulai Senin (20/5) besok.

Kabid Pelayanan, Penagihan Pendapatan, dan Sengketa Pajak BPPKAD Kabupaten Magelang Farnia Berliani Sri Tulodho, AP dasar kenaikan itu adalah Perda Nomor 13 tahun 2010 tentang Pajak Daerah dan Perbup Nomor 12 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam. Juga, SK Bupati Magelang Nomor 180.182/202/KEP/23/2019 Pemberian Keringanan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Tarif kenaikannya yakni, jenis armada tronton dikenakan pajak sebesar Rp 50.000 kini menjadi Rp 140.000. Mobil engkel dari Rp 36.000 menjadi Rp 100.000. Colt diesel sebelumnya Rp 18.000 menjadi Rp 50.000 sedangkan bak terbuka yang sebelumnya Rp 5.000 sekarang naik menjadi Rp 15.000. (bn1/bsn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: