Status Masih Siaga, Pemkab Sleman Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Merapi

BNews—SLEMAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memperpanjang status tanggap darurat bencana Gunung Merapi untuk ketiga kali. Langkah ini diambil berdasarkan laporan hasil pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Status tanggap darurat ini berlaku mulai 1 Februari 2021 sampai dengan 28 Februari 2021. Perpanjangan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi ini tertuang dalam surat keputusan Bupati Sleman nomor 8/Kep.KDH/A/2021. Surat keputusan ini ditandatangani oleh Bupati Sleman Sri Purnomo pada 29 Januari 2021.

“Status tanggap darurat bencana Gunung Merapi kita perpanjang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, Selasa (02/02/2021). Dilansir Kompas.

Dia menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat ini berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG nomor 48/45/BGV.KE/2021. Pada tanggal 28 Januari 2021 telah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi dengan status masih ditetapkan pada Siaga (Level III).

”Potensi bahaya berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif luncuran awan panas sejauh 5 kilometer,” jelas dia.

Lebih lanjut, Joko mengungkapkan, Pemkab Sleman direkomendasikan untuk melakukan mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Terkait situasi warga yang masih mengungsi hingga kini, kata Joko, total ada 145 jiwa yang mengungsi di Barak Pengungsian Purwobinangun, Pakem. Mereka yang mengungsi merupakan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman masih harus memenuhi kebutuhan para pengungsi. “Kita masih menangani pengungsi, sehingga memperpanjang status tanggap darurat bencana Merapi, karena untuk memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan para pengungsi,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: