Status Merapi Naik Jadi Siaga, 14 Tambang Pasir di Lereng Ditutup Sementara

BNews—SLEMAN—Status Gunung Merapi meningkat dari Waspada atau level II menjadi Siaga atau level III sejak Kamis (5/11/2020) lalu. BPPTKG merekomendasikan sejumlah penambangan pasir di lereng Merapi untuk ditutup sementara.

Rekomendasi ini pun telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman. Sekda Sleman, Harda Kiswoyo, menuturkan pihaknya telah menutup 14 tambang pasir di sungai yang ada di lereng Merapi.

”Semuanya sudah dihentikan. Walaupun itu dasarnya informasi dari BPPTKG kan kondisi seperti ini diminta dengan sadar menghentikan dan sudah laporan dari pak Camat,” kata Harda, Sabtu (7/11/2020). Dikutip dari Kumparan.

Dia menjelaskan, 14 tambang itu berada di dua lokasi yakni 13 di Kali Gendol dan satu di Kali Kuning.

Terkait jalanan yang rusak di sekitar Gunung Merapi, Harda menyebut dinas terkait tengah melakukan penambalan untuk sementara waktu. Dengan jalan yang dibenahi ini diharapkan bisa memudahkan proses evakuasi warga.

”Jalan rusak sudah mulai dibenahi hari ini mulai pengecoran. Kalau titiknya berapa saya tidak sampai detail, yang penting jalur evaluasi pastikan bagus,” jelas dia.

Sementara itu, dengan ditetapkannya status Tanggap Darurat Merapi, Pemkab Sleman akan menggelontorkan Dana Tak Terduga (DTT) sekitar Rp 32 miliar. Dana ini bakal digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan penanganan selama masa tanggap darurat.

Loading...

Tambah Harda, Pemkab Sleman menetapkan status Tanggap Darurat Gunung Merapi menyusul status gunung yang naik menjadi Siaga. Status tanggap darurat Gunung Merapi ini ditetapkan pada 5-30 November 2020. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: