Strategi Supermarket Hadapi Perubahan Perilaku Belanja Konsumen Dari Offline Ke Online

BNews–OPINI– Dalam hal ini pemasaran merupakan faktor terpenting bagi perusahan untuk mengembangkan bisnisnya. Serta memasarkan produknya sampai ke tangan konsumen dengan tepat.

Oleh karena itu pemasaran harus dilaksanakan dengan sistem yang sudah diatur dengan baik. Serta sistematis agar tujuan perusahan dalam mempertahankan para konsumenya dapat tercapai.

Yaitu dengan cara memahami kebutuhan konsumen seperti menyediakan apa yang diperlukan dan diinginkan. Sehinga konsumen dapat memutuskan produk apa yang akan dipilih.

Dengan adanya kemajuan budaya, kebutuhan yang telah berubah maka tercipta sebuah usaha yaitu “Supermarket”. Konsumen yang mempunyai masalah lokasi seperti tempat tinggal yang jauh dari akses pemenuhan kebutuhan tersebut.

Maka membutuhkan tempat seperti supermarket dengan lokasi strategis dekat dengan rumah dan tentunya tidak menyita banyak waktu. Tetapi kemajuan teknologi yang terus berkembang dapat mempengaruhi aspek kehidupan; seperti perubahan kebiasaan perilaku belanja konsumen.

Tidak hanya itu pada saat ini kebanyakan konsumen lebih mencari jalan praktis dengan cara belanja melalui online. Kemajuan teknologi juga membuat konsumen menyukai hal-hal yang instan dan praktis.

Terlihat dari beberapa supermarket offline  yang akhirnya mengalami kebangkrutan sehingga membuat pengusaha supermarket offline semakin khawatir.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Oleh karena itu strategi supermarket harus di inovasi, dengan cara mengikuti trend belanja online; dengan mengembangkan teknologi di dalamnya seperti membuat aplikasi  khusus untuk para konsumen.

Hal ini supaya dapat memilih barang atau kebutuhan yang mereka mau hanya dari rumah tidak perlu pergi. Serta membuang waktu yang banyak untuk datang ke supermarket offline store.

Tidak hanya itu, supermarket juga harus memberikan fasilitas penunjang lainya seperti diskon dan promo menarik diwaktu tertentu. Dalam hal ini juga konsumen tidak perlu datang untuk mengambil produk atau barang yang sudah dibeli; melainkan konsumen hanya menunggu beberapa saat lalu paket produk atau barang yang sudah dipilih akan sampai di rumah.

Fasilitas pembayaran untuk suatu produk di dalam supermarket juga harus dilengkapi dengan pembayaran non tunai. Seperti m-Banking dan kartu debit atau juga mengembangkan dengan teknologi pembayaran secara elektronik e-Wallet; seperti OVO, DANA, LinkAja, GoPay, Sakuku, Jenius, dan lain sebagainya.

Supermarket juga harus mengembangkan serta memanfaatkan sosial media untuk promosi dan mengenalkan produk atau barang ke konsumen yang lebih luas lagi. Hal ini diharapkan dapat memperluas pasar dan jangkauan kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.

Sehingga supermarket dapat terhindar dari risiko kebangkrutan serta dapat bertahan di era globalisasi modern dan kemajuan teknologi yang terjadi pada saat ini. (*)

Penulis : Melinda Kurniawati, Manajemen, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: